Bulan: Oktober 2025

  • Kankemenag Wonosobo Terima Silaturahmi Kolaboratif, Studi Tiru Pembangunan Aula PLHUT bersama Kankemenag Sleman

    Kankemenag Wonosobo Terima Silaturahmi Kolaboratif, Studi Tiru Pembangunan Aula PLHUT bersama Kankemenag Sleman

    Wonosobo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan silaturahmi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam rangka studi tiru pembangunan Aula Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) pada Jumat (31/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula PLHUT Kankemenag Wonosobo berjalan dengan hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kolaborasi antardua instansi Kementerian Agama tersebut.

    Kunjungan ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag Wonosobo, Panut, Kepala Kankemenag Sleman, Nadhif, Kasubag TU Kankemenag Wonosobo, Imron Awaludin, serta Kasubag TU Kankemenag Sleman, Sangaji. Turut serta pula jajaran Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah dari kedua kantor. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman dan menambah wawasan terkait proses pembangunan Aula PLHUT, mengingat Kankemenag Wonosobo telah lebih dahulu merealisasikan pembangunannya pada tahun 2023.

    Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Kankemenag Wonosobo, Panut, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Kemenag Sleman. Dalam sambutannya, Panut menyebut bahwa momentum ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan berbagi praktik baik antardaerah. “Beliau, Bapak Nadhif, tadi menyampaikan bahwa Kantor Kemenag Sleman sedang dalam masa persiapan pembangunan PLHUT yang akan dimulai tahun 2026 mendatang. Melalui perbincangan pagi ini, semoga dapat menjadi sesi sharing untuk saling bertukar ilmu terkait pembangunan PLHUT serta pengimplementasian layanan haji dan umrah terpadu. Kami berharap kita semua senantiasa dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Kankemenag Sleman, Nadhif, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya menimba ilmu dari pengalaman daerah lain. “Kami belajar, kami tholabul ‘ilmi, tentu bukan hanya melihat dari sisi fasilitasnya saja, tetapi juga ingin menimba ilmu terkait proses dan strategi pembangunan. Ilmu dari Kabupaten Wonosobo yang tidak ada di Kabupaten Sleman semoga dapat kami terapkan. Silaturahmi ini selain menambah umur dan rezeki, juga menambah ilmu karena ini dalam rangka kedinasan,” ungkapnya.

    Acara kemudian berlanjut dengan pemaparan teknis pembangunan Aula PLHUT Wonosobo oleh Imron Awaludin. Dalam penjelasannya, Imron memaparkan secara rinci tahapan pembangunan mulai dari pengadaan konsultan perencana, pemilihan konsultan pengawas, hingga proses pelaksanaan konstruksi yang mencakup manajemen waktu, tenaga kerja, dan material. “Penting dilakukan rapat evaluasi mingguan yang dilaporkan secara daring agar progres pembangunan dapat dipantau langsung oleh tim pusat. Semoga pembangunan Aula PLHUT di Sleman nantinya berjalan lancar,” pungkasnya.

    Kegiatan silaturahmi ini dapat menjadi momentum berharga dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperkokoh semangat kolaborasi dalam peningkatan kualitas layanan publik. Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan sinergi dan semangat berbagi pengalaman antardaerah dapat terus terjalin demi mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, efektif, dan berdaya guna.

  • Tiba di Tanah Air, Menag Jelaskan Tindak Lanjut Deklarasi-Istiqlal untuk Kemanusiaan dan Kelestarian Lingkungan

    Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini tiba di Tanah Air usai menghadiri Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan – Roma. Menag dalam kesempatan itu sempat bertemu Paus Leo XIV bersama sejumlah tokoh agama dunia, sekaligus mendiskusikan rencana tindak lanjut Deklarasi Istiqlal.

    Deklarasi Istiqlal-Vatikan ditandatangani di Masjid Istiqlal-Jakarta, saat kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Indonesia, September 2024. Dokumen itu ditandatangani mendiang Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Deklarasi Istiqlal merupakan respons terhadap dua krisis besar dunia, yakni dehumanisasi dan perubahan iklim. Deklarasi ini menegaskan bahwa nilai-nilai agama adalah sumber solusi atas tantangan global, mulai dari dehumanisasi, perubahan iklim, hingga ketimpangan sosial.

    Menurut Menag, Vatikan berencana melakukan kunjungan ke Indonesia pada Desember mendatang. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas agama di Roma, Italia, yang dihadiri oleh berbagai pemimpin agama dunia.

    “Kami sudah melakukan pertemuan intensif dengan pihak Roma. Mereka berkeinginan untuk menindaklanjuti deklarasi Istiqlal yang dinilai lebih konkret dan terukur,” ujar Menag setibanya di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

    Menag menjelaskan, tindak lanjut yang akan dibahas bersama Vatikan meliputi tiga isu utama, yakni dehumanisasi, situasi pascaperang, dan penyelamatan lingkungan hidup. Ketiga isu tersebut dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan dan keberlangsungan hidup umat manusia.

    “Pihak Vatikan menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan lingkungan. Mereka melihat deklarasi Istiqlal sebagai dokumen yang sangat relevan dan aplikatif untuk menjawab tantangan itu,” ungkapnya.

    Menurut Menag, pertemuan lanjutan pada Desember mendatang akan difokuskan pada penyusunan program bersama antara Indonesia dan Vatikan, terutama dalam konteks pendidikan lintas agama, penguatan nilai kemanusiaan, serta advokasi lingkungan berkelanjutan.

    “Kita ingin membangun kerja sama yang bersifat konkret, tidak hanya simbolik. Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial,” tegas Menag.

    Selain membahas kerja sama bilateral, pertemuan di Roma juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam forum lintas agama dunia. Menag menyebut, banyak pemimpin agama dunia yang menaruh harapan agar Indonesia dapat menjadi pusat dialog dan inisiatif perdamaian global.

    “Indonesia sudah saatnya menjadi faktor penting dalam menciptakan kedamaian dunia. Kita memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keragaman, dan itu menjadi modal besar untuk berkontribusi di tingkat internasional,” pungkasnya.

    Humas dan Komunikasi Publik

  • Atap Satu Ruang Asrama Ambruk, Kemenag Berduka dan Beri Bantuan Pesantren Syekh Abdul Qodir

    Kementerian Agama berduka atas peristiwa ambruk atap satu ruang asrama putri di Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Situbondo. Kemenag prihatin dan akan segera salurkan bantuan Rp200 juta untuk renovasi asrama.

    Bantuan akan diantar langsung oleh Direktur Pesantren Basnang Said pada 30 Oktober 2025. “Kami sampaikan duka cita atas peristiwa ini,” terang Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

    “Insya Allah Kemenag akan beri bantuan Rp200 juta dan itu akan diantar langsung oleh Direktur Pesantren pada Kamis besok,” sambungnya.

    Dijelaskan Suyitno, berdasarkan laporan Kankemenag Situbondo, atap asrama putri Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani ambruk pada hari ini, pukul Kamis 00.30 WIB. Saat itu, kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang. Luas ruangan asrama putri itu sekitar 48 m2.

    “Saat kejadian, dalam ruang asrama yang ambruk itu ada 19 santri putri. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh KH. Muhammad Hasan Nailul Ilmi beserta pengurus pondok pesantren,” papar Suyitno.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, ada 11 santri putri yang luka. Sebanyak enam santri mendapat penanganan di Puskemas Besuki. Sementara empat orang diperiksa di RSUD Besuki (2 orang rawat jalan, sedangkan 2 orang opname ). Ada 1 orang yang dirawat di RSIA Jatimed.

    “Ada satu santri putri yang meninggal dunia atas nama Putri Helmikia Okta Viantika. Almarhumah meninggal sekitar pukul 05.37 WIB di RSIA Jatimed dan dikebumikan pada pukul 08.00 WIB,” sebut Suyitno

    “Kita doakan semoga santri yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt. Santri yang luka semoga lekas sehat dan pulih. Aamiin,” sambungnya.

    Dirjen Pendidikan Islam berharap peristiwa sejenis tidak terjadi lagi. Pihaknya telah melakukan proses pendataan agar dapat dilakukan proses afirmasi.

    Humas dan Komunikasi Publik

  • Sinergi Pembinaan Lintas Sektoral Jadi Kunci Penyuluh Agama Islam Kabupaten Wonosobo Menyongsong Peradaban Unggul

    Sinergi Pembinaan Lintas Sektoral Jadi Kunci Penyuluh Agama Islam Kabupaten Wonosobo Menyongsong Peradaban Unggul

    Wonosobo (Humas) – Upaya meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat peran strategis para penyuluh agama Islam dalam menghadapi tantangan zaman serta membangun peradaban yang harmonis diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Sarasehan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Wonosobo bertajuk “Kolaborasi Penyuluh Agama Songsong Peradaban Dunia”. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu (29/10/2025) di Pondok Pesantren Darunnajah Kepil.

    Rangkaian kegiatan diikuti oleh para penyuluh agama Islam sekabupaten Wonosobo. Para peserta yang hadir mendapatkan pembinaan langsung dari Faqih Al Aziz selaku Ketua Pokjaluh Wonosobo, Harjanto selaku Kabag Kesra Setda Wonosobo, serta Irna Fitroyah yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Wonosobo. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai sarana penguatan kapasitas dan sinergi antarpenyuluh di Kabupaten Wonosobo.

    Dalam sambutannya, Faqih Al Aziz mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama. “Jangan sampai penyuluh agama bekerja melampaui batas sampai lupa garis standarnya. Kita ini penggerak moral umat, maka setiap langkah harus berpijak pada nilai keagamaan dan keteladanan,” ujarnya.

    Sementara itu, Harjanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas manfaat dakwah dan pembinaan masyarakat. Ia menyatakan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting tidak hanya dalam ranah spiritual, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan. “Pemerintah daerah siap berkolaborasi untuk mendukung berbagai program penyuluhan yang mampu memperkuat nilai-nilai moderasi beragama serta membangun harmoni di tengah keberagaman masyarakat,” ungkap Harjanto.

    Senada dengan hal tersebut, Irna menuturkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wadah refleksi dan koordinasi bersama antarpenyuluh. Ia menjelaskan, “Melalui sarasehan ini, para penyuluh dapat saling berbagi pengalaman, melakukan evaluasi, dan menyusun strategi bersama agar dakwah dan penyuluhan agama tetap relevan dengan dinamika masyarakat modern,” tuturnya.

    Setelah sesi pembinaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2025. Agenda ini berfokus pada penguatan kolaborasi antarpenyuluh di berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, dan moderasi beragama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di Kabupaten Wonosobo semakin adaptif dan solid untuk terus berperan aktif dalam membangun peradaban yang berkarakter serta berakhlakul karimah.

Translate »
Skip to content