Bulan: Desember 2025

  • Hadir Melayani Umat, Kemenag Wonosobo Salurkan Bantuan Kitab Suci Katolik di Paroki Santo Paulus

    Hadir Melayani Umat, Kemenag Wonosobo Salurkan Bantuan Kitab Suci Katolik di Paroki Santo Paulus

    Wonosobo (Humas) — Dalam semangat memperkuat pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo melalui Penyelenggara Katolik melaksanakan serah terima bantuan sarana peribadatan berupa Kitab Suci dan buku-buku keagamaan Katolik di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Wonosobo, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengusung nilai pengabdian dan keberpihakan pada umat.

    Bantuan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, dengan total 60 eksemplar Kitab Suci dan 58 eksemplar buku keagamaan Katolik. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sumber penguatan iman sekaligus memperkaya khazanah literasi rohani umat Katolik, khususnya di Paroki Santo Paulus Wonosobo, dalam menjalankan ibadah dan pendalaman ajaran iman secara berkelanjutan.

    Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Yulius Eguh, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Kementerian Agama dalam memastikan tersedianya sarana peribadatan yang layak bagi umat. “Kami berharap bantuan Kitab Suci dan buku-buku keagamaan Katolik ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana peribadatan umat serta mendukung pembinaan iman secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk terus melayani umat dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, momentum HAB ke-80 menjadi pengingat bahwa pengabdian Kementerian Agama tidak hanya diwujudkan melalui regulasi, tetapi juga melalui kehadiran nyata yang dirasakan langsung oleh umat di akar rumput. “Semangat HAB ke-80 ini kami maknai sebagai komitmen untuk terus berdampak dan menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Romo Paroki Santo Paulus Wonosobo, Romo Matheus Widyolestari MSC, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik dan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Kitab Suci dan buku-buku keagamaan Katolik ini. Bantuan ini sangat berarti bagi umat Paroki Santo Paulus Wonosobo dalam memperdalam iman dan kehidupan menggereja,” tuturnya.

    Romo Widyo juga mengungkapkan bahwa Paroki Santo Paulus Wonosobo dalam waktu dekat berencana menyiapkan ruang khusus untuk membaca. “Kami berharap buku-buku keagamaan yang baru diterima ini dapat menambah koleksi bacaan rohani yang sudah ada dan dimanfaatkan secara optimal oleh umat,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kerukunan, memperkuat pelayanan keagamaan, serta menghadirkan pengabdian yang bermakna bagi seluruh umat, sejalan dengan nilai dan semangat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Semarak Lomba HAB Kemenag ke-80, Satukan Langkah dan Energi Insan Kemenag Wonosobo

    Semarak Lomba HAB Kemenag ke-80, Satukan Langkah dan Energi Insan Kemenag Wonosobo

    Wonosobo (Humas) – Dalam semangat Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar perlombaan yang sarat kebersamaan dan sportivitas, Selasa (20/12/2025), bertempat di MAN 2 Wonosobo. Kegiatan ini menjadi ruang temu yang hangat bagi insan Kemenag untuk merayakan pengabdian melalui sportivitas, kekompakan, dan keceriaan bersama.

    Perlombaan tersebut mempertandingkan dua ajang, yakni lomba bola voli putra dan senam kreasi putri. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari pegawai, guru, penyuluh, hingga karyawan ASN dan non-ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo serta seluruh satuan kerja di bawah naungannya. Keikutsertaan lintas unit ini menghadirkan nuansa inklusif, di mana kebersamaan menjadi napas utama kegiatan.

    Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, dilanjutkan dengan senam bersama sebagai simbol semangat dan energi. Dalam sambutannya, Panut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta panitia yang telah berpartisipasi dan berkontribusi. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang yang membawa kebahagiaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesehatan jasmani sebagai penopang kinerja yang lebih baik.

    “Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, kita tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar menjaga kekompakan, sportivitas, dan rasa memiliki sebagai satu keluarga besar Kementerian Agama,” ungkapnya.

    Selanjutnya, perlombaan berlangsung di dua titik berbeda, yakni turnamen bola voli putra di GOR MAN 2 Wonosobo dan lomba senam kreasi putri di lapangan upacara MAN 2 Wonosobo. Sorak dukung, tawa, dan antusiasme peserta berpadu menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh energi, menjadikan kegiatan ini terasa begitu meriah dan membekas. Suasana kompetisi berjalan penuh semangat, meriah, dan menggugah antusiasme, dengan sorak dukung yang mengalir tulus, menjadikan kegiatan ini bukan hanya kompetitif, tetapi juga inspiratif dan membekas di hati para peserta.

    Melalui peringatan HAB Kemenag ke-80 ini, diharapkan semangat kebersamaan dan sinergi antar insan Kemenag Kabupaten Wonosobo semakin kuat. Sebab, dari kebersamaan yang terawat, akan lahir pengabdian yang tulus, pelayanan yang hangat, dan langkah yang seirama dalam melayani umat dan masyarakat.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Tampil Dominan, KKO MAN 2 Wonosobo Sabet Juara Umum Pencak Silat Tingkat Nasional UNS Open XI 2025

    Tampil Dominan, KKO MAN 2 Wonosobo Sabet Juara Umum Pencak Silat Tingkat Nasional UNS Open XI 2025

    Wonosobo (Humas) – Kontingen pencak silat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wonosobo berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara Umum dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat UNS Open XI Tahun 2025 tingkat nasional. Kompetisi yang berlangsung GOR Indoor FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Pada tanggal 26-28 Desember 2025 ini diikuti oleh ratusan pesilat tangguh dari berbagai sekolah, perguruan dan club pencak silat di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini mempertegas posisi MAN 2 Wonosobo sebagai sekolah berbasis agama yang mampu bersaing ketat di bidang olahraga prestasi.

    Kemenangan ini diraih setelah tim pencak silat Kelas Khusus Olahraga (KKO) MAN 2 Wonosobo mendominasi perolehan medali, terutama di kategori Tanding dan Seni. Total mereka berhasil mengoleksi 15 medali emas, 6 medali perak, dan 7 medali perunggu, sehingga menempatkan KKO MAN 2 Wonosobo sebagai peraih prestasi tertinggi pada kategori remaja.

    Para atlet KKO MAN 2 Wonosobo mampu tampil impresif dengan teknik dan ketahanan fisik yang matang, hasil dari latihan disiplin selama berbulan-bulan. Perolehan medali emas yang signifikan di berbagai kelas berat badan menjadi kunci utama bagi madrasah ini untuk mengungguli sekolah-sekolah unggulan, perguruan dan club lainnya dalam klasemen akhir.

    Kepala MAN 2 Wonosobo, Warsam, mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari seluruh warga madrasah. Beliau menyatakan bahwa prestasi ini bukan sekadar tentang medali, melainkan bukti nyata dari efektivitas program pembinaan olahraga di madrasah yang terus berkembang setiap tahunnya.

    Selengkapnya di kolom komentar…

    “Keberhasilan ini adalah buah kerja keras dan disiplin atlet, tim kepelatihan serta support maksimal seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo. Semoga keberhasilan di UNS Open XI ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” harap Warsam.

    Senada, kepala pelatih pencak silat MAN 2 Wonosobo Imam Fauzi mengatakan bahwa kunci sukses tim kali ini adalah mentalitas juara dan strategi yang tepat dalam menghadapi lawan yang memiliki jam terbang tinggi. Kejuaraan ini juga menjadi ajang evaluasi penting bagi tim untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi-kompetisi besar lainnya di tahun mendatang.

    Raihan gelar Juara Umum ini, MAN 2 Wonosobo semakin memantapkan langkahnya menuju madrasah yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi kado manis akhir tahun 2025 bagi dunia pendidikan di Kabupaten Wonosobo. Harapannya, tradisi juara ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi mencetak generasi atlet pencak silat yang berakhlakul karimah serta berprestasi mendunia.edt

    Kontributor: MAN 2 Wonosobo

  • Merawat Jejak Pengabdian, Kemenag Wonosobo Gelar Ziarah Makam Peringati HAB ke-80

    Merawat Jejak Pengabdian, Kemenag Wonosobo Gelar Ziarah Makam Peringati HAB ke-80

    Wonosobo (Humas) — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar ziarah makam dan tabur bunga sebagai wujud penghormatan kepada para pendahulu dan tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Wonosobo. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Senin (29/12/2025), menyusuri sejumlah makam tokoh lintas generasi yang menjadi jejak pengabdian dan keteladanan dan dibagi menjadi tiga kelompok ziarah guna memastikan rangkaian doa berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.

    Ziarah dilaksnakan sebagai ikhtiar spiritual untuk merawat ingatan kolektif, menautkan masa kini dengan jejak pengabdia masa lalu. Melalui doa dan tabur bunga, para peserta diajak meneladani nilai keikhlasan, keteguhan, dan pengabdian para tokoh yang telah meletakkan fondasi pelyanan kegamaan di Kabupaten Wonosobo.

    Kelompok pertama melaksanakan ziarah ke makam KH. Muntaha Al Hafidz di Dero Duwur, ulama kharismatik yang dikenal luas atas kedalaman ilmu dan keteladanan akhlaknya. Kelompok kedua menyusuri makam para Kepala Kantor Kementerian Agama terdahulu di Ketinggring, yakni makam H. Syukur dan Drs. H. Syarif Hidayat, kemudian dilanjutkan ke Makam Argopeni serta makam Habib Muhsin Al Ath yang berada di Longkrang. Sementara itu, kelompok ketiga melaksanakan ziarah ke makam Drs. H. Soeparyo di Sapuran. Di setiap lokasi, doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan penghormatan atas jasa-jasa para pendahulu.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari refleksi HAB ke-80, agar seluruh ASN Kementerian Agama tidak tercerabut dari akar sejarah pengabdian. Menurutnya, mengenang perjuangan para pendahulu adalah cara untuk meneguhkan kembali komitmen melayani umat dengan integritas, ketulusan, dan semangat kebersamaan.

    “Ziarah ini mengajarkan kita bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang dibangun di atas keikhlasan dan keteladanan. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita rawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab hari ini,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Imron Awaludin, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perenungan sekaligus penguat solidaritas internal. Ia berharap semangat HAB ke-80 dapat menjadi energi moral bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan keagamaan yang humanis serta berdampak nyata bagi masyarakat.

    Ziarah makam dalam rangka HAB ke-80 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Kementerian Agama dibangun dari doa, pengabdian, dan jejak keteladanan. Dari pusara para pendahulu, tumbuh harapan agar estafet pengabdian terus berlanjut, menghadirkan layanan keagamaan yang menenteramkan, inklusif, dan penuh makna bagi umat dan bangsa.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Mengawal Kedamaian Natal dan Ketertiban Tahun Baru, Kemenag Wonosobo Tinjau Posko Nataru

    Mengawal Kedamaian Natal dan Ketertiban Tahun Baru, Kemenag Wonosobo Tinjau Posko Nataru

    Wonosobo (Humas) – Dalam rangka mematangkan persiapan pelayanan dan pengamanan Hari Raya Natal 2025 serta perayaan Tahun Baru 2026, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo turut mengikuti kegiatan peninjauan langsung Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada Senin (22/12/2025). Kegiatan ini digelar bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah instansi terkait.

    Peninjauan dilakukan di beberapa titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, antara lain Posko Kertek, Terminal Mendolo, Terminal Sawangan, dan kawasan Alun-alun Wonosobo. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam memastikan kelancaran arus mobilitas, kesiapan pengamanan, serta kenyamanan masyarakat selama momentum akhir tahun.

    Sinergi lintas sektor yang terbangun mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan suasana perayaan Natal yang penuh kedamaian serta Tahun Baru yang aman, tertib, dan kondusif. Kesiapsiagaan personel, dukungan sarana prasarana, serta koordinasi di lapangan menjadi fokus utama dalam peninjauan tersebut.

    Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan yang merayakan libur akhir tahun. Harapannya, momen pergantian tahun dapat dinikmati dengan penuh ketenangan, sejalan dengan citra Wonosobo sebagai kota yang asri, ramah, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

  • Kemenag Wonosobo Dorong Pesantren Berwawasan Lingkungan melalui Gerakan Santri Kelola Sampah

    Kemenag Wonosobo Dorong Pesantren Berwawasan Lingkungan melalui Gerakan Santri Kelola Sampah

    Wonosobo (Humas) – Kesadaran lingkungan tumbuh selaras dengan nilai kemandirian di Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam Ngebrak, Kalibeber, Kabupaten Wonosobo. Melalui kegiatan studi tiru pengelolaan sampah mandiri, para santri menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya ruang menimba ilmu keagamaan, tetapi juga laboratorium kehidupan yang menanamkan tanggung jawab sosial dan kepedulian ekologis. Kegiatan ini digelar pada Jumat (19/12/2025) di Aula Santri Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam, di bawah asuhan KH. As’ad.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program percepatan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren yang diinisiasi melalui kerja aksi kolaboratif antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Dinas Lingkungan Hidup, serta Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Wonosobo. Program ini diarahkan untuk mengurai persoalan sampah secara sistematis, dimulai dari kesadaran individu hingga pengelolaan kolektif di lingkungan pondok.

    Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Wonosobo, Fakih Khusni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong pesantren yang ramah lingkungan. Ia menyampaikan bahwa sejumlah pesantren di Wonosobo telah menjadi lokasi kegiatan serupa sebagai upaya bersama membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret atas problem sampah di pesantren, sekaligus membentuk karakter santri yang peduli lingkungan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lis, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan kreativitas para santri. Menurutnya, gerakan santri memungut, memilah, dan mengelola sampah merupakan aktivitas edukatif yang sarat nilai pembelajaran. Kemandirian dalam pengelolaan sampah menjadi medium pembentukan kesadaran ekologis yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.

    Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam, KH. As’ad, dalam dawuh-nya menekankan pentingnya latihan dan pembiasaan dalam kehidupan santri. Ia menuturkan bahwa santri dibiasakan mengelola sampah secara mandiri, mulai dari memilah sampah masing-masing hingga mengelolanya bersama. “Santri belajar banyak hal di pesantren, termasuk belajar tanggung jawab melalui hal-hal sederhana seperti mengelola sampah,” tutur beliau.

    Kreativitas santri juga tercermin dari istilah “PT Pungut Pulung” yang berkembang di lingkungan pesantren. PT bukan dimaknai sebagai Perseroan Terbatas, melainkan Pemuda Tangguh, sebutan bagi santri pengelola sampah mandiri. Inovasi ini menjadi simbol semangat gotong royong dan kecerdasan lokal santri dalam mengubah sampah menjadi sumber keberkahan bagi lingkungan pondok.

    Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang inspiratif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di lembaga pendidikan, termasuk pesantren, membutuhkan sinergi dan keteladanan. “Gerakan yang dipelopori oleh santri Pesantren Baitul Abidin Darussalam ini patut menjadi contoh dan direplikasi di pesantren lain sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga lingkungan,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, pesantren kembali menegaskan perannya sebagai ruang pendidikan yang holistik—tempat ilmu, nilai, dan kepedulian sosial bertumbuh seiring. Dari tangan-tangan santri, sampah tak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang untuk belajar, berkarya, dan menebar maslahat.

  • Peringati Hari Bela Negara ke-77, Kemenag Teguhkan Komitmen untuk Indonesia Maju

    Peringati Hari Bela Negara ke-77, Kemenag Teguhkan Komitmen untuk Indonesia Maju

    Wonosobo (Humas) — Hari Bela Negara ke-77 yang diperingati pada 19 Desember 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Dengan mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, peringatan ini menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh warga negara sesuai peran dan profesinya masing-masing. Semangat bela negara diwujudkan melalui sikap disiplin, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

    Kementerian Agama menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara selaras dengan ajaran agama yang menanamkan semangat persatuan, toleransi, dan moderasi beragama. Melalui penguatan karakter kebangsaan dan keagamaan, Kemenag berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga nasionalis dan berintegritas.

    Peringatan Hari Bela Negara ke-77 diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi merupakan wujud nyata bela negara di era saat ini. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia yang maju, damai, dan berdaulat dapat terus diwujudkan.

  • Setetes Darah Untuk Kemanusiaan; Donor Darah Perkuat Makna HAB Kemenag ke-80

    Setetes Darah Untuk Kemanusiaan; Donor Darah Perkuat Makna HAB Kemenag ke-80

    Wonosobo (Humas) – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Wonosobo diisi dengan berbagai agenda, salah satunya kegiatan donor darah yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wonosobo, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Kantor Kemenag Wonosobo dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Wonosobo.

    Sejak pagi hari, aparatur sipil negara, guru, pegawai, hingga siswa MAN 2 Wonosobo mengikuti donor darah secara tertib. Setiap calon pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan, meliputi tekanan darah dan kadar hemoglobin, guna memastikan keamanan serta kualitas darah yang akan disalurkan kepada masyarakat.

    Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah selaras dengan tema HAB ke-80 Kementerian Agama, yang menekankan penguatan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, peringatan HAB tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung.

    “Tema HAB ke-80 mengajak seluruh insan Kemenag untuk menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Donor darah ini merupakan bentuk pengabdian sederhana, namun memiliki nilai kemanusiaan yang besar,” ujarnya.

    Kegiatan donor darah ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Wonosobo. Darah yang terkumpul akan membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit, baik untuk keperluan operasi, persalinan, maupun kondisi darurat medis lainnya.

    Wakil Kepala MAN 2 Wonosobo Bidang Humas, Ratna Nurul Fauziah, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan donor darah menjadi bagian dari pendidikan karakter. “Selain membantu sesama, siswa belajar tentang empati, kepedulian, dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” katanya.

    Salah satu siswa peserta donor, Dania Putri Fatihatus Salwa, mengaku bangga dapat mengikuti donor darah untuk pertama kalinya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

    Puluhan kantong darah yang berhasil dikumpulkan menjadi hasil sinergi antara Kementerian Agama, satuan pendidikan, dan PMI. Melalui kegiatan ini, peringatan HAB ke-80 Kemenag di Wonosobo tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga sarana berbagi dan penguatan solidaritas sosial bagi masyarakat.Taat-Ws | edt. Ps-ws

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Kemenag Wonosobo Matangkan Eviden Zona Integritas, Dorong Layanan Publik Lebih Transparan

    Kemenag Wonosobo Matangkan Eviden Zona Integritas, Dorong Layanan Publik Lebih Transparan

    Wonosobo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo mengumpulkan seluruh tim Pembangunan Zona Integritas, Kamis, (18/12/2025), untuk mematangkan pemenuhan dan pengunggahan eviden dalam rangka mengikuti penilaian pendahuluan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI).

    Langkah ini bukan sekadar persiapan administratif. Penilaian PMPZI menjadi pintu awal untuk memastikan layanan publik berjalan sesuai standar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagi masyarakat, proses ini menentukan sejauh mana layanan pada Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo diselenggarakan secara tertib dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan.

    Koordinasi difokuskan pada kelengkapan serta kesesuaian eviden dari setiap area perubahan. Tim Kelompok Kerja (Pokja) diminta memastikan dokumen yang disiapkan mencerminkan praktik kerja di lapangan, bukan sekedar administratif.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menegaskan bahwa pemenuhan eviden harus mencerminkan kinerja nyata. “Zona Integritas bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk memastikan layanan berjalan jujur, terbuka, dan melayani,” ujarnya.

    Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas, Imron Awaludin, menambahkan, tim saat ini menitikberatkan pada verifikasi substansi eviden, keterkaitan antarindikator, serta dukungan data yang dapat diuji. “Setiap eviden diharapkan relevan dan sesuai kondisi lapangan sebelum disubmit,” katanya.

    Tahapan penilaian pendahuluan PMPZI menjadi penentu kelayakan satuan kerja untuk melanjutkan ke proses evaluasi berikutnya. Hasil penilaian ini akan mencerminkan kesiapan institusi dalam membangun sistem layanan yang lebih akuntabel.

    Upaya ini menegaskan komitmen Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ps-Ws

  • Mengalirkan Kepedulian di HAB ke-80: Kemenag Wonosobo Lepas 2.000 Paket Sembako

    Mengalirkan Kepedulian di HAB ke-80: Kemenag Wonosobo Lepas 2.000 Paket Sembako

    Wonosobo (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo melaksanakan kegiatan pelepasan bantuan sembako sebagai bagian dari bakti sosial, Selasa (16/12/2025). Sebanyak 2.000 paket sembako dilepas untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian Kementerian Agama kepada umat.

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan empati, melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo. Para ASN diberikan amanah untuk turut mentasarufkan bantuan tersebut kepada tetangga dan masyarakat sekitar yang membutuhkan, sehingga distribusi bantuan dapat tepat sasaran sekaligus mempererat ikatan sosial di lingkungan masing-masing.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan cerminan dari nilai dasar Hari Amal Bakti, yakni menghadirkan pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak hanya hadir melalui layanan administratif dan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan.

    “Hari Amal Bakti adalah momentum untuk menguatkan kepedulian dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi jembatan kebaikan, dimulai dari lingkungan terdekat dengan menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kewajiban ASN untuk ikut mentasarufkan bantuan bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Dengan semangat gotong royong, diharapkan bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan rasa saling peduli di tengah kehidupan bermasyarakat.

    Kegiatan pelepasan bantuan sembako ini menjadi bagian dari rangkaian HAB ke-80 yang mengusung semangat pengabdian tanpa henti. Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan kemanusiaan terus tumbuh, seiring ikhtiar bersama membangun kehidupan umat yang rukun, berdaya, dan penuh keberkahan.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

Translate »
Skip to content