Bulan: Januari 2026

  • Bakti yang Mengalir: Donor Darah Batch 3 Kemenag Wonosobo Warnai HAB ke-80

    Bakti yang Mengalir: Donor Darah Batch 3 Kemenag Wonosobo Warnai HAB ke-80

    Wonosobo (Humas) — Semangat kepedulian dan kemanusiaan kembali mengalir dalam rangkaian Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo melalui pelaksanaan kegiatan Donor Darah Batch 3 yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dengan antusiasme tinggi dari para pendonor, melanjutkan kesuksesan pelaksanaan donor darah pada batch 1 dan batch 2 yang sebelumnya telah dilaksanakan.

    Sejak dimulai, kegiatan donor darah batch 3 dipadati oleh ASN dan non-ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan datang untuk berbagi setetes darah demi kemanusiaan. Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan kuatnya semangat berbagi dan kepedulian sosial, sejalan dengan nilai-nilai pengabdian yang menjadi ruh Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

    Ketua Panitia Donor Darah, Sukirman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi para pendonor yang terus menunjukkan komitmen luar biasa. Ia menuturkan bahwa tingginya animo peserta pada setiap batch menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tumbuh dengan baik. “Alhamdulillah, antusiasme para pendonor dari batch pertama hingga batch ketiga sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan semangat berbagi telah menjadi budaya. Semoga setetes darah yang didonorkan membawa harapan dan kehidupan bagi sesama yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan donor darah ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tidak hanya memperingati Hari Amal Bakti secara seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Donor darah menjadi simbol pengabdian yang tulus, di mana nilai ibadah, kemanusiaan, dan solidaritas berpadu dalam satu langkah kebaikan.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Jalan Sehat Kerukunan Meriahkan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI di Kabupaten Wonosobo

    Jalan Sehat Kerukunan Meriahkan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI di Kabupaten Wonosobo

    Wonosobo (Humas) — Semarak Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo diwarnai dengan pelaksanaan Jalan Sehat Kerukunan, Minggu (4/1/2026). Sejak pagi hari, ribuan peserta yang terdiri dari ASN dan non-ASN Kementerian Agama tampak memadati halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, menghadirkan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan.

    Jalan sehat ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian HAB ke-80 Kemenag RI. Tidak sekadar mengajak peserta menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat dalam merawat nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan di tengah kemajemukan. Beragam usia dan latar belakang berbaur tanpa sekat, melangkah seirama dalam suasana akrab yang mencerminkan harmoni dan persatuan.

    Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan bank mitra Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, serta jajaran pimpinan dan tokoh daerah lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonosobo.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 merupakan momentum yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Ia berharap, di usia ke-80 ini, Kementerian Agama semakin memberi manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. “Semoga Kabupaten Wonosobo senantiasa diberkahi, semakin sejahtera, rukun, dan terus bergerak maju,” ujarnya.

    Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, yang secara resmi melepas peserta Jalan Sehat Kerukunan, mengapresiasi tingginya antusiasme yang ditunjukkan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan yang patut dibanggakan. “Antusiasme peserta sangat luar biasa. Melalui momentum Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini, kita dapat berolahraga bersama sekaligus mempererat keakraban. Saya bangga melihat semangat kebersamaan ini, dan semoga kegiatan seperti ini semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonosobo,” ungkapnya.

    Selain jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai aksi sosial dan layanan kemasyarakatan, di antaranya donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), pemeriksaan kesehatan gratis bersama Rumah Sakit Islam (RSI), penyerahan secara simbolis 3.500 bibit pohon dari KUA Kecamatan Wonosobo, penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Indonesia, serta pembagian doorprize dan hiburan yang menambah semarak kebersamaan.

    Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI di Kabupaten Wonosobo menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam pelayanan, tetapi juga dalam langkah-langkah kebersamaan yang menyehatkan, menguatkan solidaritas, dan meneguhkan harmoni di tengah keberagaman.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Jejak Pengabdian Dihargai Negara, ASN Kemenag Wonosobo Terima Satya Lencana Karya Satya

    Jejak Pengabdian Dihargai Negara, ASN Kemenag Wonosobo Terima Satya Lencana Karya Satya

    Wonosobo (Humas) — Momentum Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo juga diwarnai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Karya Satya kepada para aparatur sipil negara yang telah menunjukkan loyalitas dan pengabdian panjang. Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam upacara resmi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Sebanyak 28 ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia, masing-masing untuk masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas kesetiaan, integritas, dan konsistensi para ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik di bidang keagamaan.

    Penyematan tanda kehormatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, selaku inspektur upacara. Dalam keterangannya, Panut menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar penanda masa kerja, melainkan cerminan dedikasi dan keteladanan ASN Kementerian Agama. “Satya Lencana Karya Satya ini adalah bentuk penghormatan negara atas pengabdian yang dijalani dengan kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab. Puluhan tahun mengabdi di Kementerian Agama tentu bukan perjalanan yang ringan, tetapi sarat dengan nilai pengorbanan dan keteladanan,” ujar Panut.

    Ia juga berharap penganugerahan ini dapat menjadi motivasi, tidak hanya bagi para penerima, tetapi juga bagi seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga integritas dan memperkuat komitmen melayani umat dengan sepenuh hati,” tambahnya.

    Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan HAB ke-80, menegaskan bahwa pengabdian yang dijalani dengan konsisten dan penuh tanggung jawab akan selalu mendapat tempat terhormat, baik di institusi maupun di hadapan negara.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Dari Apresiasi hingga Kepedulian, HAB ke-80 Kemenag Wonosobo Diwarnai Penghargaan dan Bantuan Sosial

    Dari Apresiasi hingga Kepedulian, HAB ke-80 Kemenag Wonosobo Diwarnai Penghargaan dan Bantuan Sosial

    Wonosobo (Humas) — Rangkaian Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan dan bantuan sosial sebagai wujud apresiasi kinerja sekaligus kepedulian terhadap pelayanan umat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Pada kesempatan tersebut, KUA Kecamatan Kepil menerima Penghargaan KUA Percepatan Tanah Wakaf Terbaik Tahun 2025 atas komitmen dan konsistensinya dalam mempercepat proses legalisasi tanah wakaf di wilayahnya. Sementara itu, KUA Kecamatan Selomerto dianugerahi Penghargaan KUA Terinovatif Tahun 2025, berkat berbagai terobosan layanan keagamaan yang adaptif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Selain penghargaan kepada satuan kerja, apresiasi juga diberikan kepada Penyuluh Agama Islam Teladan Tahun 2025, sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis penyuluh dalam membina umat, menanamkan nilai moderasi beragama, serta menjadi jembatan antara negara dan masyarakat di akar rumput.

    Dalam rangkaian yang sama, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo turut menyalurkan berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan, meliputi bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan bagi guru honorer, bantuan bagi siswa kurang mampu jenjang MI, MTs, dan MA, serta bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo.

    Penyerahan penghargaan dan bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo untuk menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi bersama Baznas Kabupaten Wonosobo diharapkan terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta penguatan peran lembaga keagamaan di tengah masyarakat.

    Momentum HAB ke-80 ini pun menjadi penegas bahwa pengabdian Kementerian Agama senantiasa diarahkan untuk memberi dampak nyata—mengapresiasi kinerja terbaik, menumbuhkan inovasi, dan menghadirkan keberpihakan bagi mereka yang membutuhkan.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Delapan Dekade Mengabdi, Kemenag Wonosobo Peringati HAB ke-80 dengan Semangat Kerukunan

    Delapan Dekade Mengabdi, Kemenag Wonosobo Peringati HAB ke-80 dengan Semangat Kerukunan

    Wonosobo (Humas) — Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dipenuhi semangat pengabdian pada Sabtu (3/1/2026), saat ratusan insan Kementerian Agama mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dan tertib, menjadi penanda delapan dekade perjalanan Kemenag dalam merawat kehidupan keagamaan yang rukun dan membumi di tengah masyarakat.

    Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pejabat Kankemenag Kabupaten Wonosobo, ASN dan Non ASN, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Wonosobo, para Kepala KUA kecamatan beserta seluruh staf, pengawas madrasah dan pengawas PAI, guru Pendidikan Agama Islam, Katolik, dan Buddha NIP Kemenag, serta para penyuluh agama Islam, Katolik, Hindu, dan Buddha PNS maupun PPPK se-Kabupaten Wonosobo. Keberagaman peserta menjadi potret nyata harmoni yang terus dirawat Kementerian Agama.

    Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan bahwa tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” bukan sekadar slogan, melainkan energi kebangsaan yang harus dihidupkan dalam kerja nyata. “Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” demikian kutipan sambutan Menteri Agama.

    Lebih lanjut disampaikan, Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan, dengan peran yang kian strategis di tengah dinamika zaman. Melalui semangat Kemenag Berdampak, setiap kebijakan dan layanan diarahkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bukan semata urusan administratif. Menteri Agama juga mengajak seluruh ASN Kemenag untuk terus adaptif, responsif, dan berintegritas dalam melayani masyarakat, seraya memastikan nilai-nilai keagamaan tetap menjadi cahaya penuntun di era transformasi digital dan kecerdasan buatan

    Dalam merespons tantangan zaman, Menteri Agama juga menyinggung perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan perubahan global yang berlangsung cepat dan kompleks. ASN Kementerian Agama diharapkan adaptif, lincah, dan responsif, serta mampu mengisi ruang teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan. AI, ditegaskan, harus dikawal agar menjadi alat pemersatu yang berlandaskan nilai ketuhanan dan kemanusiaan, bukan sebaliknya.

    Dalam rangkaian upacara tersebut, turut dilaksanakan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya untuk masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Selain itu, diserahkan pula sejumlah penghargaan dan bantuan, antara lain kepada KUA berprestasi, penyuluh agama teladan, serta bantuan sosial dan pemberdayaan umat. Seluruh rangkaian penghargaan dan penyerahan bantuan ini menjadi simbol apresiasi dan kepedulian Kementerian Agama terhadap dedikasi aparatur serta kebutuhan masyarakat, yang akan diulas secara khusus dalam pemberitaan tersendiri.

    Peringatan HAB ke-80 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan tekad bersama, bahwa Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo akan terus melangkah dengan semangat pengabdian yang berdampak—merawat kerukunan, menumbuhkan sinergi, dan menghadirkan agama sebagai sumber solusi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Memuliakan Guru, Menguatkan Madrasah: Bantuan HAB untuk Guru Non-PNS dan Siswa

    Memuliakan Guru, Menguatkan Madrasah: Bantuan HAB untuk Guru Non-PNS dan Siswa

    Momentum Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi ruang kepedulian yang nyata bagi guru non-PNS dan siswa madrasah di Kabupaten Wonosobo. Melalui penyaluran bantuan sosial, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus hadir, menyapa, dan menguatkan mereka yang berada di garis depan pendidikan keagamaan.

    Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian peringatan HAB, sebagai wujud ikhtiar Kementerian Agama dalam mensejahterakan guru, khususnya guru non-PNS yang selama ini berjuang dengan keterbatasan, namun tetap setia mendidik dan membimbing peserta didik madrasah. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada siswa madrasah sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan dan kesejahteraan generasi penerus.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menyampaikan bahwa guru, baik PNS maupun non-PNS, memiliki peran yang sama mulianya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, kesejahteraan guru menjadi prinsip yang terus diupayakan oleh Kementerian Agama. Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar dukungan material, tetapi juga bentuk penghargaan moral atas dedikasi dan ketulusan para guru dalam mengabdi.

    “Guru non-PNS adalah penjaga ruh pendidikan madrasah. Ketekunan dan keikhlasan mereka harus mendapatkan perhatian dan keberpihakan. Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan bermartabat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, bantuan bagi siswa madrasah merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. Madrasah, sebagai ruang tumbuh generasi berkarakter dan berakhlak, harus didukung secara berkelanjutan agar mampu melahirkan insan yang unggul dan berdaya saing.

    Peringatan HAB Kementerian Agama ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat akan tugas besar pelayanan umat. Melalui kepedulian terhadap guru non-PNS dan siswa madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo meneguhkan langkahnya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak, adil, dan menyejahterakan, demi terwujudnya pendidikan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Puluhan Guru Terima Satya Lencana, Kemenag Wonosobo Teguhkan Komitmen Mensejahterakan Pendidik

    Puluhan Guru Terima Satya Lencana, Kemenag Wonosobo Teguhkan Komitmen Mensejahterakan Pendidik

    Wonosobo (Humas) – Puluhan guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Karya Satya atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah mereka tunjukkan. Penganugerahan tersebut menjadi salah satu rangkaian bermakna dalam Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar melalui upacara resmi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Pemberian Satya Lencana Karya Satya ini tidak sekadar menjadi penanda lamanya masa pengabdian, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam menghargai kerja sunyi para guru. Guru dipandang sebagai penjaga nilai, penanam akhlak, sekaligus penggerak peradaban melalui pendidikan keagamaan. Karena itu, penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas ketekunan, loyalitas, dan kesetiaan mereka dalam mendidik generasi bangsa.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dalam amanatnya menegaskan bahwa guru merupakan panutan sekaligus fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa kesejahteraan guru menjadi prinsip yang terus diupayakan Kementerian Agama, seiring dengan tuntutan peningkatan mutu pendidikan madrasah dan lembaga keagamaan. “Guru adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Keteladanan, kesabaran, dan pengabdian mereka harus mendapat perhatian, perlindungan, dan kesejahteraan yang layak,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penghargaan Satya Lencana Karya Satya menjadi motivasi moral agar para guru tetap teguh dalam mengabdi, sekaligus pengingat bagi institusi untuk terus memperjuangkan hak-hak guru secara berkeadilan. Menurutnya, kesejahteraan guru bukan semata soal materi, tetapi juga penghormatan, kepastian, dan dukungan berkelanjutan agar mereka dapat menjalankan tugas dengan tenang dan bermartabat.

    Momentum HAB ke-80 Kementerian Agama ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian sekaligus penguat komitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada guru. Dengan semangat pengabdian yang diwariskan para penerima Satya Lencana Karya Satya, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo bertekad melangkah lebih mantap dalam membangun pendidikan keagamaan yang unggul, berkarakter, dan menyejahterakan para pendidiknya.

  • HAB ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat beragama saat ini menghadapi tantangan Artificial Intelligence (AI) di era perubahan yang berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Menag minta jajaran Kementerian Agama tidak sekadar menjadi penonton, tapi mampu memberi warna substansi AI.

    “Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” pesan Menag saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HAB ke-80 di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

    Upacara diikuti pejabat Eselon I dan II, serta ASN kantor pusat Kementerian Agama. Ikut juga dalam upacara, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama.

    “Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” sambungnya.

    Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Menag minta setiap ASN Kementerian Agama mampu bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. “Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman,” sebutnya.

    Menurut Menag, sejarah mencatat bahwa nilai agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Baitul Hikmah pada abad pertengahan pernah menjadi pusat intelektual global; bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan.

    “Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” pesannya.

    HAB ke-80 Kementerian Agama mengangkat tema, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Menag mengajak jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan tekad melanjutkan semangat Kemenag Berdampak dalam aksi nyata untuk kemajuan bangsa.

    “Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pesannya.

    “Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” tandasnya.

    Biro Humas dan Komunikasi Publik

Translate »
Skip to content