Wonosobo (Humas) — Mengawali paruh kedua tahun 2026, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026 pada Senin (22/6/2026) di La Rose & Bakery Resto Wonosobo. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala KUA, Penghulu, serta Calon Penghulu se-Kabupaten Wonosobo sebagai penguatan komitmen dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Rapat dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Imron Awaludin. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penghulu sebagai garda terdepan pelayanan harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan penuh kehati-hatian serta tanggung jawab.
“Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif. Karena itu, setiap penghulu harus memahami tupoksinya dengan baik dan memberikan layanan secara maksimal,” ujarnya.
Imron juga mendorong pengembangan inovasi layanan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya adalah Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Digital yang dinilai telah menjadi ikon transformasi layanan Kementerian Agama. Menurutnya, inovasi semacam ini perlu terus diperluas dan dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Saya berharap seluruh KUA dapat mengadopsi inovasi ini dan terus menghadirkan terobosan-terobosan baru yang memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plh. Kasi Bimas Islam, Fakih Khusni, menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini tidak hanya menjadi forum penilaian kinerja, tetapi juga sarana untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan menyatukan persepsi terhadap berbagai regulasi yang berlaku.
“Melalui evaluasi ini, kita ingin memastikan setiap program berjalan sesuai target, meningkatkan kualitas pelayanan di KUA, serta membangun pemahaman yang sama terhadap aturan dan kebijakan yang menjadi pedoman kerja bersama,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, profesionalitas, dan integritas aparatur sebagai modal utama dalam menghadirkan layanan yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Berbagai agenda strategis dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari evaluasi kinerja, supervisi layanan administrasi nikah dan rujuk, optimalisasi pelayanan publik, hingga penguatan kapasitas penghulu agar semakin adaptif, disiplin, dan profesional dalam menghadapi dinamika pelayanan keagamaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap tugas berjalan sesuai ketentuan sekaligus menghadirkan pelayanan yang prima, mudah, dan berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai Pengelolaan SIMKAH oleh Admin SIMKAH, Validasi dan Verifikasi Pengajuan Jaspro oleh Validator SIMKAH, serta Pengelolaan Bimwin oleh Admin Bimwin. Materi-materi tersebut menjadi bekal penting dalam menjaga kualitas layanan administrasi yang semakin terintegrasi dan berbasis digital.
Sebagai penutup, Ketua APRI Kabupaten Wonosobo, Sahrul Arifin, memperkenalkan Aplikasi Simpul KUA. Aplikasi ini hadir sebagai sarana pendukung pengelolaan dan pemantauan berbagai layanan KUA secara lebih terstruktur dan terdokumentasi. Dengan sistem yang terintegrasi, Simpul KUA membantu memudahkan pengumpulan data layanan, mempercepat pelaporan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Kehadirannya menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat transformasi digital layanan KUA agar semakin efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui evaluasi ini, KUA se-Kabupaten Wonosobo tidak hanya melakukan refleksi atas capaian yang telah diraih, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berbenah. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, semangat berinovasi, disiplin, dan melayani dengan sepenuh hati menjadi bekal penting dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.









