Wonosobo (Humas) — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar ziarah makam dan tabur bunga sebagai wujud penghormatan kepada para pendahulu dan tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Wonosobo. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Senin (29/12/2025), menyusuri sejumlah makam tokoh lintas generasi yang menjadi jejak pengabdian dan keteladanan dan dibagi menjadi tiga kelompok ziarah guna memastikan rangkaian doa berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.
Ziarah dilaksnakan sebagai ikhtiar spiritual untuk merawat ingatan kolektif, menautkan masa kini dengan jejak pengabdia masa lalu. Melalui doa dan tabur bunga, para peserta diajak meneladani nilai keikhlasan, keteguhan, dan pengabdian para tokoh yang telah meletakkan fondasi pelyanan kegamaan di Kabupaten Wonosobo.
Kelompok pertama melaksanakan ziarah ke makam KH. Muntaha Al Hafidz di Dero Duwur, ulama kharismatik yang dikenal luas atas kedalaman ilmu dan keteladanan akhlaknya. Kelompok kedua menyusuri makam para Kepala Kantor Kementerian Agama terdahulu di Ketinggring, yakni makam H. Syukur dan Drs. H. Syarif Hidayat, kemudian dilanjutkan ke Makam Argopeni serta makam Habib Muhsin Al Ath yang berada di Longkrang. Sementara itu, kelompok ketiga melaksanakan ziarah ke makam Drs. H. Soeparyo di Sapuran. Di setiap lokasi, doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan penghormatan atas jasa-jasa para pendahulu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari refleksi HAB ke-80, agar seluruh ASN Kementerian Agama tidak tercerabut dari akar sejarah pengabdian. Menurutnya, mengenang perjuangan para pendahulu adalah cara untuk meneguhkan kembali komitmen melayani umat dengan integritas, ketulusan, dan semangat kebersamaan.
“Ziarah ini mengajarkan kita bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang dibangun di atas keikhlasan dan keteladanan. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita rawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Imron Awaludin, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perenungan sekaligus penguat solidaritas internal. Ia berharap semangat HAB ke-80 dapat menjadi energi moral bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan keagamaan yang humanis serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Ziarah makam dalam rangka HAB ke-80 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Kementerian Agama dibangun dari doa, pengabdian, dan jejak keteladanan. Dari pusara para pendahulu, tumbuh harapan agar estafet pengabdian terus berlanjut, menghadirkan layanan keagamaan yang menenteramkan, inklusif, dan penuh makna bagi umat dan bangsa.
#hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo










