Wonosobo (Humas) – Bagi lebih dari 200 guru Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, jalan menuju hari ini sama terjalnya dengan tanjakan di lereng Dieng. Bukan hanya tentang menempuh jalur berkelok menuju 173 madrasah yang tersebar di 15 kecamatan, tetapi juga tentang “pendakian” administratif yang menguras energi dan kesabaran. Hari ini, Rabu (11/2/2026) di Aula MAN 2 Wonosobo, tawa lega pun pecah saat prosesi pelantikan dan kenaikan pangkat digelar secara virtual bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah—menandai konklusi manis dari perjuangan panjang yang tak sederhana.
Di balik seragam rapi yang dikenakan, tersimpan kisah tentang malam-malam menyusun karya ilmiah, kebingungan beradaptasi dengan sistem PMM dan regulasi yang terus berkembang, ketegangan menghadapi UKKJ yang tak semua orang mampu lalui, hingga upaya mengakselerasi angka kredit di sela-sela padatnya jam mengajar. Setiap berkas yang dilengkapi dan setiap tahapan validasi yang dilewati menjadi bukti resiliensi mereka dalam menaklukkan bukan hanya kontur geografis Wonosobo yang menantang, tetapi juga labirin administrasi yang kompleks.
Kenaikan pangkat ini bukan sekadar formalitas atau selebrasi jabatan. Ia adalah legitimasi atas dedikasi dan konsistensi para guru dalam menjaga kualitas pendidikan di tengah berbagai fase transisi. Meski tersebar di wilayah perbukitan dengan akses yang tak selalu mudah, fokus mereka pada pembinaan dan pendidikan anak bangsa tak pernah terdegradasi.
Namun, eskalasi karier ini tidak berhenti pada terbitnya SK. Esensi sesungguhnya adalah dampak nyata bagi anak-anak di 173 Madrasah se-Wonosobo. Kenaikan pangkat ini menuntut:
- Integritas Tanpa Kompromi: Menjadi teladan (role model) bagi rekan sejawat dalam etika dan dedikasi.
- Inovasi Edukasi: Bukan sekadar mengajar, tapi menciptakan metodologi baru yang relevan dengan masa depan siswa.
- Transformasi Karakter: Mencetak generasi yang lebih berkualitas dari lereng perbukitan Wonosobo.
Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang guru tidak semata diukur dari tinggi rendahnya pangkat, melainkan dari seberapa besar dampaknya dalam mengubah masa depan anak didik.
Selamat kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah melalui ketatnya validasi PMM, UKKJ, dan karya ilmiah. Jadikan capaian ini sebagai energi baru untuk terus mengakselerasi mutu pendidikan. Kabut dingin Wonosobo menjadi saksi bahwa di balik setiap pangkat, ada perjuangan yang tak pernah surut.
#KemenagWonosobo #GuruHebat #CeritaGuru #WonosoboHariIni







