
Wonosobo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar kegiatan Pelibatan Masyarakat pada Gerakan Keluarga Maslahat melalui Program Literasi Keuangan Keluarga Tahun Anggaran 2025, bertempat di Hall Room, Rumah Makan Sari Toya, pada Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini berlandaskan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 876 Tahun 2023 tentang Gerakan Keluarga Sakinah, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang maslahat dan sejahtera.
Acara dibuka oleh Kasi Bimas Islam, Ahmad Fuadi, dan dihadiri oleh narasumber Retnoningsih yang merupakan Bendahara YPIIQ Wonosobo, serta 40 peserta yang terdiri atas CPNS penyuluh, CPNS penghulu, dan P3K bagian pengadministrasian perkantoran.
Dalam sambutannya, Fuadi menyampaikan bahwa KUA tidak hanya berfungsi sebagai pelayan keagamaan, tetapi juga berperan dalam mengatasi berbagai persoalan keluarga, termasuk dalam hal literasi keuangan.
“Materi literasi keuangan tidak bisa terpisah dari program Gerakan Keluarga Maslahat yang juga mencakup kegiatan bimbingan perkawinan. Melalui literasi keuangan, diharapkan peserta dapat memperkaya wawasan tentang cara mengelola keuangan keluarga dengan baik dan benar,” ujar Fuadi.
Ia menambahkan bahwa Kemenag melalui KUA memiliki tanggung jawab langsung untuk memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya dalam mengelola keuangan rumah tangga secara sehat dan berkeadilan.
Sementara itu, Retnoningsih memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga demi menciptakan ketahanan ekonomi dan rasa aman finansial.
“Kita harus berupaya menghindari utang jika tidak sangat terpaksa. Sebagai penyuluh, penting memahami bagaimana agar masyarakat tidak terjerat utang, apalagi di era digital yang marak pinjaman dan judi online,” tegas Retno.
Ia juga mengenalkan berbagai bentuk investasi menjanjikan, seperti deposito, emas, properti, valuta asing, saham, obligasi, sukuk, dan unit link. Investasi tersebut, menurutnya, berperan penting untuk menumbuhkan aset, menghadapi inflasi, dan menyiapkan masa depan finansial keluarga.
“Roda itu berputar. Ada kalanya rezeki longgar, ada kalanya sempit. Karena itu, kita harus menyisihkan sebagian pendapatan agar ada cadangan saat keadaan mendesak. Jika kita memanajemen keuangan dengan baik, ekonomi keluarga akan nyaman, madep, mantep, dan inshaAllah barokah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan keluarga yang maslahat dan berdaya secara ekonomi. Keluarga yang mampu mengelola keuangannya dengan baik akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera serta melahirkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.









