Wonosobo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo melalui Unit Kepegawaian terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada guru honorer atau non-ASN non-PPPK di lingkungan Kementerian Agama.
Berbagai langkah konkret dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan guru honorer tetap mendapatkan akses informasi dan pendampingan yang memadai terkait dinamika kebijakan kepegawaian.
Staf Unit Kepegawaian Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Ahmad Saefudin, menyampaikan bahwa pihaknya aktif berkontribusi dalam forum pendataan guru honorer tingkat provinsi. Keterlibatan tersebut bertujuan untuk memastikan data guru honorer dari daerah terhimpun secara akurat dan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan kepegawaian ke depan.
“Pendataan menjadi aspek penting, karena dari sanalah kebijakan disusun. Kami berupaya memastikan data guru honorer di Wonosobo tercatat dan tervalidasi dengan baik,” jelasnya.
Selain pendataan, Unit Kepegawaian juga secara konsisten memberikan informasi perkembangan kebijakan kepegawaian secara cepat dan bersumber dari kanal resmi kepada para guru honorer. Langkah ini dilakukan agar para guru memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dalam praktiknya, Kankemenag Wonosobo juga melakukan pendampingan dan pembinaan, khususnya dalam proses pengisian, verifikasi, dan pembaruan data kepegawaian guru honorer, sehingga seluruh tahapan administratif dapat diikuti dengan baik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menegaskan bahwa pendampingan terhadap guru honorer merupakan bagian dari tanggung jawab institusi yang terus dijalankan secara berkelanjutan.
“Kami secara terus-menerus melakukan pendampingan kepada rekan-rekan guru honorer atau non-PNS. Semoga ke depan terdapat titik temu kebaikan dari seluruh kebijakan pusat, sehingga aspirasi rekan-rekan guru dapat terpenuhi,” ujar Panut.
Melalui upaya pendataan, penyampaian informasi yang akurat, serta pendampingan berkelanjutan, Kankemenag Wonosobo berharap para guru honorer tetap merasa didampingi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan keagamaan.







