Wonosobo (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo terus mengintensifkan kampanye Sekolah Ramah Anak melalui program safari ke sejumlah satuan pendidikan. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan saat upacara bendera di SMP Darussalam Pulungsari, Kecamatan Kaliwiro, Senin (12/1/2026).
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Wonosobo, Fakih Khusni, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Bupati Wonosobo yang menekankan pentingnya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak.
Dalam amanatnya, Fakih menegaskan bahwa sekolah ramah anak bukan sekadar konsep, melainkan komitmen bersama untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak dalam pendidikan dan bermain. “Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman dan menyenangkan, tempat anak dapat belajar, bermain, serta berkembang tanpa rasa takut,” ujarnya.
Kampanye tersebut, lanjut Fakih, merupakan bagian dari dukungan Kementerian Agama terhadap kebijakan nasional dan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memberantas tiga dosa besar pendidikan, yakni kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi. Melalui safari sekolah, Kemenag mendorong seluruh warga satuan pendidikan untuk membangun budaya saling menghormati dan melindungi anak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, dalam penegasannya menyampaikan bahwa sekolah ramah anak harus ditopang oleh lingkungan belajar yang aman dan inklusif, pendidik yang peduli, kurikulum yang relevan, kegiatan pengembangan diri yang beragam, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat.
“sekolah ramah anak harus disupport dengan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, guru dan staf yang peduli dan mendukung, kurikulum yang relevan dan menarik, serta partisipasi orang tua,” kata Panut.
Kepala SMP Darussalam, Fatma Maratus Solehah, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menyatakan komitmen sekolahnya untuk terus mengembangkan praktik pendidikan yang ramah anak dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
“Kami berupaya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan berkembang secara fisik, emosional, sosial, intelektual, dan spiritual,” ujarnya.
Program safari sekolah ini akan terus dilanjutkan ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Kantor Kemenag Wonosobo dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif bagi seluruh anak. Ps-Ws







