Wonosobo (Humas) — Seleksi Tahap 1 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Tahun 1447H/2026M tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Wonosobo resmi berlangsung pada Kamis (4/12/2025) di Aula PLHUT Kankemenag Wonosobo. Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam menjaring calon petugas haji yang kompeten, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
Pada proses pendaftaran sebelumnya, sebanyak 144 orang tercatat mengajukan diri sebagai calon PPIH. Setelah dilakukan verifikasi administrasi secara ketat dan menyeluruh, 70 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Seleksi Tahap 1 yang diselenggarakan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Peserta tersebut berasal dari berbagai formasi PPIH Arab Saudi, meliputi pembimbing ibadah, pelayanan konsumsi, pelayanan transportasi, pelayanan akomodasi, serta Siskohat. Selain itu, seleksi juga diikuti oleh peserta dari formasi PPIH Kloter, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah haji kloter. Meski berbeda peran, mereka dipersatukan oleh satu tekad: menjadi pelayan tamu-tamu Allah dengan kesungguhan yang terbaik.
Kegiatan seleksi diawali dengan pembacaan sambutan Menteri Haji dan Umrah RI oleh Nawawi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kankemenag Wonosobo. Dari sambutan tersebut, terdapat kutipan yang dinilai paling relevan dan menggugah, sekaligus menjadi ruh dari seleksi ini:
“Jadikan proses seleksi ini sebagai ikhtiar terbaik, bukan sekadar kompetisi. Bangun niat yang tulus bahwa tugas petugas haji adalah khidmah—pelayanan yang mulia dan membawa keberkahan besar.”
Kutipan tersebut menegaskan bahwa tugas petugas haji tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian yang menuntut kesiapan mental, ketulusan, empati, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.
Seleksi berbasis CAT ini menjadi instrumen objektif dan transparan dalam memastikan bahwa calon petugas yang terpilih benar-benar memenuhi standar kompetensi dan integritas yang dibutuhkan. Kankemenag Wonosobo berharap melalui proses ini, lahir para petugas haji yang profesional, berdisiplin tinggi, dan mampu menjadi representasi pelayanan Indonesia yang unggul di Tanah Suci.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti setiap tahapan. Namun demikian, beberapa kendala teknis sempat ditemui di lapangan, khususnya terkait perangkat gawai dan jaringan yang digunakan peserta. Meski begitu, hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik berkat koordinasi panitia dan kesiapan pendukung teknis, sehingga proses seleksi tetap berjalan sesuai jadwal dan ketentuan.
Dengan pelaksanaan seleksi ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji melalui rekrutmen petugas yang kredibel dan berkompeten. Semoga rangkaian seleksi ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik, aman, dan bermartabat.










