10 Februari 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Berita

Natal Kemenag 2025: Merawat Keragaman, Hormati Perbedaan

oleh adminweb
November 26, 2025
Dalam Kategori Berita
Durasi Membaca: 3 Menit
A A
0
Natal Kemenag 2025: Merawat Keragaman, Hormati Perbedaan
3
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya (Kemenag) — Puncak Natal Kementerian Agama 2025 dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Jakarta. Perayaan ini merupakan puncak rangkaian safari Natal yang telah dimulai sejak November dan dihadiri umat Kristiani, pejabat Kemenag, serta tokoh lintas agama.

Kegiatan yang akan digelar secara luring dan daring ini juga akan melibatkan para pejabat Kemenag Kristiani, Pembimas, Penyuluh, guru agama, maupun pegawai Kristiani seluruh Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penyelenggaraan Natal Kementerian Agama tahun ini dimaksudkan sebagai ruang kebersamaan bagi umat Kristiani, baik Kristen dan Katolik, yang selama ini merayakan ibadah secara terpisah. Menurutnya, penyatuan ruang perayaan dapat memperkuat relasi persaudaraan tanpa mencampuradukkan ritual keagamaan.

“Selama ini saya melihat umat Katolik dan Kristen menyelenggarakan perayaan secara sendiri-sendiri. Kenapa enggak disatukan menjadi satu kesatuan supaya nanti kaumnya bisa terasa lebih kebersamaan,” ujar Menag di Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Ia menekankan bahwa kebersamaan tersebut tidak berarti umat beragama lain ikut serta dalam prosesi ibadah. “Jadi Natal bersama jangan diartikan bahwa semuanya nanti kita akan ikut bareng-bareng di situ. Kita sudah ada petunjuk dari Majlis Ulama, dalam bidang apa kita harus join, dan dalam bidang apa kita harus berpisah. Jadi tidak ada masuk-masuk kita itu untuk melakukan ritual keagamaan bareng. Itu tidak,” jelas Menag.

Ia mencontohkan suasana Lebaran di mana umat beragama lain hadir untuk bersilaturahmi meski tidak ikut dalam ritual shalat Id. “Lebaran kan kita juga dihadiri oleh teman-teman beragama lain. Jadi kebersamaan ini harus tercipta,” sambungnya.

Perayaan puncak Natal Kemenag 2025 akan diawali dengan ibadah oikoumene (ibadah inter denominasi) yang mempertemukan umat Kristen dan Katolik dalam satu ruang yang sama, dipandu liturgi yang dirancang secara inklusif dan menghormati tradisi kedua komunitas. Setelah rangkaian ibadah usai, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama para tokoh agama lain bergabung untuk mengikuti sesi perayaan bersama.

Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa format ibadah bersama ini menjadi simbol persatuan iman dalam bingkai kerukunan nasional. “Ibadah bersama Kristen dan Katolik ini menggambarkan semangat persaudaraan yang mengatasi batas denominasi. Kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan tradisi bukanlah jarak, melainkan kekayaan iman yang dapat dirayakan bersama,” ujarnya.

Sementara Dirjen Bimas Katolik Suparman menambahkan bahwa penyelenggaraan Natal Kemenag merupakan bentuk pemenuhan hak beragama bagi seluruh pegawai dan masyarakat yang menjadi bagian dari kementerian ini.

“Kemenag memiliki pegawai Kristen dan Katolik dari pusat sampai daerah. Mereka berhak merayakan ibadah agamanya bersama keluarga dan komunitasnya,” jelasnya.

Puncak Natal akan turut dihadiri pimpinan aras gereja nasional, antara lain Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Gereja Bala Keselamatan, Gereja Advent, Persekutuan Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks Indonesia, dan Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan terhadap penguatan persaudaraan lintas gereja sekaligus kontribusi bagi penguatan kerukunan nasional.

Rangkaian Natal Kemenag sendiri telah dimulai sejak 23 November 2025 melalui launching kegiatan Natal dan Jalan Sehat Lintas Agama di Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan safari Natal di Surabaya, Manado, Sorong, dan Bandung. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar, ibadah, aksi sosial, refleksi Natal, peluncuran buku Ekoteologi, peluncuran Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen, serta sejumlah agenda lintas iman yang mengangkat pesan kasih, damai, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

Puncak perayaan menghadirkan paduan suara gereja, refleksi Natal, sambutan tokoh agama, serta pesan kerukunan dari Menteri Agama.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disiapkan sebagai bentuk kehadiran negara yang memuliakan seluruh umat beragama. Ia berharap Natal Kemenag dapat menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat harmoni antar pemeluk agama dalam bingkai kebinekaan Indonesia.

“Kemenag harap, momen Natal bisa jadi ruang perjumpaan umat Kristiani dan masyarakat lintas iman untuk merawat harmoni dan memperkuat kerukunan bangsa dengan tetap saling menghargai keyakinan dan ibadah masing-masing,” ujarnya.

“Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tengah mencari tempat terbaik untuk momen ini sesuai dengan kapasitas undangan yang akan hadir,” sambungnya.

Perayaan Natal Nasional Kemenag 2025 diharapkan memancarkan pesan damai, persaudaraan, dan cinta kasih bagi seluruh anak bangsa—sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

Menag Dorong Penguatan Gagasan Prabowo untuk Islam Global, Indonesia Harus Jadi Produsen

Artikel Selanjutnya

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Kemenag Ajak Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam

Artikel Terkait

Kankemenag Wonosobo Terus Perkuat Pendampingan dan Pendataan Guru Honorer
Berita

Kankemenag Wonosobo Terus Perkuat Pendampingan dan Pendataan Guru Honorer

oleh adminweb
04 Feb 2026
0

Wonosobo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo melalui Unit Kepegawaian terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada...

SelanjutnyaDetails
Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

02 Feb 2026
Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru

Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru

02 Feb 2026
Merajut Kesepahaman Menyambut Ramadan, Kemenag Wonosobo Bahas Jadwal Imsakiyah

Merajut Kesepahaman Menyambut Ramadan, Kemenag Wonosobo Bahas Jadwal Imsakiyah

03 Feb 2026
Sambut Ramadan, Kemenag Wonosobo Gelar Rapat Koordinasi Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah

Sambut Ramadan, Kemenag Wonosobo Gelar Rapat Koordinasi Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah

03 Feb 2026
Perkuat Komitmen Kinerja 2026, Kankemenag Wonosobo Gelar Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja

Perkuat Komitmen Kinerja 2026, Kankemenag Wonosobo Gelar Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja

02 Feb 2026
Artikel Selanjutnya
Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Kemenag Ajak Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Kemenag Ajak Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam

Meneguhkan Cahaya Dakwah: Penguatan Wawasan Keagamaan dan Kebangsaan bagi Penceramah Islam Wonosobo

Meneguhkan Cahaya Dakwah: Penguatan Wawasan Keagamaan dan Kebangsaan bagi Penceramah Islam Wonosobo

Menata Nalar Keagamaan: Fatwa MUI tentang Jihad dan Terorisme Menggema dalam Bimtek Dakwah Wonosobo

Menata Nalar Keagamaan: Fatwa MUI tentang Jihad dan Terorisme Menggema dalam Bimtek Dakwah Wonosobo

Kategori

  • Berita
  • Berita
  • Informasi Publik
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Penyelenggara Haji Dan Umroh
  • SUBBAG TU
  • Zona Integritas
Arsip

  • Februari 2026 (3)
  • Januari 2026 (28)
  • Desember 2025 (24)
  • November 2025 (27)
  • Oktober 2025 (5)
  • Juli 2025 (1)
  • April 2025 (1)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Penyelenggara Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset