Wonosobo (Humas) – Pagi tadi, Selasa, (6/1/2026) ratusan santri Pondok Pesantren Al Mubarok, Wonosobo, membuka layar ponsel mereka hampir bersamaan. Di ruang-ruang kelas, tidak terlihat lembar soal atau pengawas dengan tumpukan kertas. Simulasi Imtihan Wathani—ujian akhir Pendidikan Diniyah Formal dikerjakan sepenuhnya melalui gawai pribadi dengan jaringan seluler.
Sebanyak 1.178 santri dari dua jenjang, Wustha dan Ulya, mengikuti simulasi ini. Untuk menghindari kepadatan teknis, pelaksanaan dibagi dua sesi yaitu santri putri pada pagi hari dan santri putra siang harinya. Di setiap kelas, tiga ustadz dan ustadzah bertugas memastikan proses berjalan sesuai prosedur.
Metode pelaksanaan ini menempatkan pesantren pada mekanisme evaluasi yang tidak berbeda dengan lembaga pendidikan lain yang telah lebih dulu menerapkan ujian berbasis digital. Tidak ada jaringan Wi-Fi terpusat, setiap peserta bergantung pada kestabilan perangkat dan paket data masing-masing.
Kantor Kementerian Agama (Kantor Kemenag) Kabupaten Wonosobo melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) memantau langsung simulasi tersebut. Kehadiran Kepala Seksi PD Pontren beserta staf, bukan untuk membuka acara seremonial, melainkan mencermati kesiapan teknis yang akan menentukan kelancaran ujian sesungguhnya dalam beberapa hari ke depan.
“kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan ujian ini bisa berjalan sukses sesuai keinginan, jadi monitoring adalah langkah pasti pengawalan dan pendampingan.” Kata Fakih Khusni, Kepala Seksi PD Pontren.
Imtihan Wathani sendiri dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Januari 2026 untuk jenjang Ulya dan 12–14 Januari 2026 untuk jenjang Wustha. Ujian ini menjadi penentu akhir kelulusan santri Pendidikan Diniyah Formal dan sekaligus pengesahan capaian belajar mereka dalam sistem pendidikan nasional.
Di Al Mubarok, simulasi ini menjadi potret peralihan dari sistem evaluasi berbasis kepercayaan lembaga menuju pengujian yang sepenuhnya terukur. Tidak hanya kemampuan akademik santri yang diuji, tetapi juga kesiapan pesantren menjalankan standar yang semakin seragam dan terbuka. Ps-Ws







