Kategori: Berita

  • Merawat Harmoni dalam Doa, Kemenag Wonosobo Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman HAB ke-80

    Merawat Harmoni dalam Doa, Kemenag Wonosobo Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman HAB ke-80

    Wonosobo (Humas) — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar tasyakuran dan doa lintas iman dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) bertempat di Aula PLHUT Kantor Kementerian Haji Kabupaten Wonosobo, dihadiri jajaran pejabat Kankemenag Wonosobo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, serta para tokoh lintas agama dari Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan Kristen.

    Setiap tokoh agama diberikan ruang untuk memimpin doa sesuai keyakinannya masing-masing. Suasana terasa khidmat sekaligus hangat ketika seluruh hadirin menyimak untaian doa lintas iman yang mengalir bergantian, menghadirkan harmoni dalam perbedaan dan menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang dirawat bersama.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada FKUB dan seluruh tokoh agama atas peran aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Wonosobo mencapai angka 83, sebuah capaian yang patut disyukuri dan dijaga bersama.

    “Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Wonosobo yang berada pada angka 83 merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya peran strategis FKUB dan para tokoh agama. Kerukunan yang terjaga dengan baik akan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan persatuan di Kabupaten Wonosobo,” ujar Panut. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mempertahankan nilai toleransi dan kebersamaan yang telah terbangun demi terwujudnya kesatuan dan persatuan di Kabupaten Wonosobo.

    Sementara itu, tausiyah kebangsaan disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi, yang mengangkat tema eko-spiritual sistem harmoni kehidupan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa eko-spiritualitas merupakan perpaduan antara ekoteologi dan spiritualitas, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

    “Eko-spiritualitas mengajarkan kita bahwa menjaga harmoni dengan alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kebangsaan. Dengan kesadaran ekologis dan spiritual yang seimbang, masyarakat multikultural Indonesia dapat melangkah bersama menuju kehidupan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045,” tutur Zaenal Sukawi. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang multikultural, multireligius, dan kaya akan kearifan lokal memiliki modal besar untuk merespons tantangan hybrid disruption serta menyiapkan generasi unggul yang siap mengemban amanah masa depan.

    Kegiatan tasyakuran dan doa lintas iman ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan, sekaligus komitmen bersama untuk terus merawat kerukunan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Kemenag Rayakan HAB ke-80 Dengan Sederhana, Dana Difokuskan untuk Korban Bencana

    Kemenag Rayakan HAB ke-80 Dengan Sederhana, Dana Difokuskan untuk Korban Bencana

    Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Acara berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026).

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-80 telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran sederhana. Kesederhanaan tersebut, menurut Menag, merupakan wujud solidaritas Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

    “Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Hal ini merupakan bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang tengah mengalami musibah. Dana yang tersedia kemudian dikonsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Menag.

    Menag mengungkapkan, terdapat hikmah di balik pelaksanaan HAB ke-80 yang sederhana. Sejumlah program Kementerian Agama yang sempat mengalami penundaan pencairan anggaran memperoleh izin relokasi, sehingga dapat dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

    “Dari situlah kami dapat mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ke depan, kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa,” kata Menag.

    Bantuan untuk wilayah Sumatra bersumber dari Kementerian Agama serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.

    Kementerian Agama hingga saat ini telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,470 miliar yang bersumber dari APBN. Selain itu, ada juga bantuan Kemenag Peduli yang bersumber dari donasi ASN Kementerian Agama dan masyarakat. Ada juga bantuan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz. Total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar.

    Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Sejumlah wilayah masih tergenang air, kondisi tanah belum sepenuhnya kering, serta terdapat infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana.

    “Alhamdulillah, saat ini sebagian besar jembatan telah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” pungkas Menag.

    Target dana bantuan ini dialokasikan untuk pemulihan 1.137 masjid terdampak, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, bantuan 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.

    Adapun sampai saat ini 935 masjid telah dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah tersalurkan, 435 madrasah terdampak sudah siap kegiatan belajar-mengajar, serta bantuan-bantuan lain yang telah tersalurkan seperti 5.886 paket sarana pembelajaran (meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer), 6.410 paket alat kebersihan, dan 792 paket peralatan darurat (tenda, genset, pompa air, dan alat semprot).

    Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang telah menggelar kegiatan donor darah pada rangkaian HAB ke-80. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat, termasuk di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Kegiatan ini sangat membantu, mengingat stok darah di Palang Merah Indonesia dan rumah sakit sering kali menipis, khususnya menjelang dan saat bulan suci Ramadan,” ujar Menag.

    Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kerja ikhlas beramal di lingkungan aparatur serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.

    Dalam arahannya, Menag jug mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mensyukuri perjalanan delapan dekade Kemenag. Menurutnya, usia 80 tahun merupakan fase yang sarat pengalaman, tantangan, dan prestasi, namun sekaligus menjadi pengingat agar tidak larut dalam kebanggaan.

    “Capaian-capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri, patut kita syukuri. Namun, setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.

    Terkait tema HAB ke-80, Menag menekankan bahwa persatuan dan kerukunan umat beragama harus diarahkan pada terwujudnya Indonesia yang damai dan maju. Sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat dan sektor swasta, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

    Tasyakuran HAB ke-80 dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama periode 2019–2024 Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Helmi Nasaruddin Umar, para staf khusus, staf ahli, tenaga ahli, pejabat eselon I dan II, serta seluruh jajaran pegawai Kementerian Agama. Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir dan menambah kekhidmatan acara.

    Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • Sehat untuk Mengabdi: Kemenag Wonosobo Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di HAB ke-80

    Sehat untuk Mengabdi: Kemenag Wonosobo Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di HAB ke-80

    Wonosobo (Humas) — Kepedulian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam rangkaian Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo melalui pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar menjaga kebugaran dan kualitas hidup.

    Sejak pagi hari, layanan cek kesehatan gratis dipadati oleh ASN dan non-ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo. Dengan tertib dan penuh kesadaran, para peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan yang disiapkan oleh tim medis RSI Wonosobo. Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian Kementerian Agama terhadap kesehatan insan pengabdian, sejalan dengan semangat Hari Amal Bakti yang menempatkan pelayanan dan kepedulian sebagai nilai utama.

    Ketua Panitia HAB ke-80 Kemenag Wonosobo, Artiyah, menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta dan sinergi yang terjalin dengan RSI Wonosobo. Ia menegaskan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan peringatan HAB yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung. “Melalui cek kesehatan gratis ini, kami ingin memastikan bahwa para ASN dan non-ASN Kemenag Wonosobo tetap sehat dan bugar dalam menjalankan tugas pengabdian. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar dan tanggung jawab bersama,” tuturnya.

    Kegiatan cek kesehatan gratis ini melengkapi rangkaian aksi sosial dalam peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Kabupaten Wonosobo. Melalui kolaborasi dan kepedulian yang berkelanjutan, Kementerian Agama Wonosobo berupaya meneguhkan makna pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan nyata, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Bakti yang Mengalir: Donor Darah Batch 3 Kemenag Wonosobo Warnai HAB ke-80

    Bakti yang Mengalir: Donor Darah Batch 3 Kemenag Wonosobo Warnai HAB ke-80

    Wonosobo (Humas) — Semangat kepedulian dan kemanusiaan kembali mengalir dalam rangkaian Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo melalui pelaksanaan kegiatan Donor Darah Batch 3 yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dengan antusiasme tinggi dari para pendonor, melanjutkan kesuksesan pelaksanaan donor darah pada batch 1 dan batch 2 yang sebelumnya telah dilaksanakan.

    Sejak dimulai, kegiatan donor darah batch 3 dipadati oleh ASN dan non-ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan datang untuk berbagi setetes darah demi kemanusiaan. Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan kuatnya semangat berbagi dan kepedulian sosial, sejalan dengan nilai-nilai pengabdian yang menjadi ruh Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

    Ketua Panitia Donor Darah, Sukirman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi para pendonor yang terus menunjukkan komitmen luar biasa. Ia menuturkan bahwa tingginya animo peserta pada setiap batch menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tumbuh dengan baik. “Alhamdulillah, antusiasme para pendonor dari batch pertama hingga batch ketiga sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan semangat berbagi telah menjadi budaya. Semoga setetes darah yang didonorkan membawa harapan dan kehidupan bagi sesama yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan donor darah ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tidak hanya memperingati Hari Amal Bakti secara seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Donor darah menjadi simbol pengabdian yang tulus, di mana nilai ibadah, kemanusiaan, dan solidaritas berpadu dalam satu langkah kebaikan.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Jalan Sehat Kerukunan Meriahkan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI di Kabupaten Wonosobo

    Jalan Sehat Kerukunan Meriahkan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI di Kabupaten Wonosobo

    Wonosobo (Humas) — Semarak Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo diwarnai dengan pelaksanaan Jalan Sehat Kerukunan, Minggu (4/1/2026). Sejak pagi hari, ribuan peserta yang terdiri dari ASN dan non-ASN Kementerian Agama tampak memadati halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, menghadirkan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan.

    Jalan sehat ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian HAB ke-80 Kemenag RI. Tidak sekadar mengajak peserta menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat dalam merawat nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan di tengah kemajemukan. Beragam usia dan latar belakang berbaur tanpa sekat, melangkah seirama dalam suasana akrab yang mencerminkan harmoni dan persatuan.

    Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan bank mitra Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, serta jajaran pimpinan dan tokoh daerah lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonosobo.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 merupakan momentum yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Ia berharap, di usia ke-80 ini, Kementerian Agama semakin memberi manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. “Semoga Kabupaten Wonosobo senantiasa diberkahi, semakin sejahtera, rukun, dan terus bergerak maju,” ujarnya.

    Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, yang secara resmi melepas peserta Jalan Sehat Kerukunan, mengapresiasi tingginya antusiasme yang ditunjukkan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan yang patut dibanggakan. “Antusiasme peserta sangat luar biasa. Melalui momentum Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini, kita dapat berolahraga bersama sekaligus mempererat keakraban. Saya bangga melihat semangat kebersamaan ini, dan semoga kegiatan seperti ini semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonosobo,” ungkapnya.

    Selain jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai aksi sosial dan layanan kemasyarakatan, di antaranya donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), pemeriksaan kesehatan gratis bersama Rumah Sakit Islam (RSI), penyerahan secara simbolis 3.500 bibit pohon dari KUA Kecamatan Wonosobo, penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Indonesia, serta pembagian doorprize dan hiburan yang menambah semarak kebersamaan.

    Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI di Kabupaten Wonosobo menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam pelayanan, tetapi juga dalam langkah-langkah kebersamaan yang menyehatkan, menguatkan solidaritas, dan meneguhkan harmoni di tengah keberagaman.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Jejak Pengabdian Dihargai Negara, ASN Kemenag Wonosobo Terima Satya Lencana Karya Satya

    Jejak Pengabdian Dihargai Negara, ASN Kemenag Wonosobo Terima Satya Lencana Karya Satya

    Wonosobo (Humas) — Momentum Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo juga diwarnai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Karya Satya kepada para aparatur sipil negara yang telah menunjukkan loyalitas dan pengabdian panjang. Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam upacara resmi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Sebanyak 28 ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia, masing-masing untuk masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas kesetiaan, integritas, dan konsistensi para ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik di bidang keagamaan.

    Penyematan tanda kehormatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, selaku inspektur upacara. Dalam keterangannya, Panut menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar penanda masa kerja, melainkan cerminan dedikasi dan keteladanan ASN Kementerian Agama. “Satya Lencana Karya Satya ini adalah bentuk penghormatan negara atas pengabdian yang dijalani dengan kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab. Puluhan tahun mengabdi di Kementerian Agama tentu bukan perjalanan yang ringan, tetapi sarat dengan nilai pengorbanan dan keteladanan,” ujar Panut.

    Ia juga berharap penganugerahan ini dapat menjadi motivasi, tidak hanya bagi para penerima, tetapi juga bagi seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga integritas dan memperkuat komitmen melayani umat dengan sepenuh hati,” tambahnya.

    Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan HAB ke-80, menegaskan bahwa pengabdian yang dijalani dengan konsisten dan penuh tanggung jawab akan selalu mendapat tempat terhormat, baik di institusi maupun di hadapan negara.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Dari Apresiasi hingga Kepedulian, HAB ke-80 Kemenag Wonosobo Diwarnai Penghargaan dan Bantuan Sosial

    Dari Apresiasi hingga Kepedulian, HAB ke-80 Kemenag Wonosobo Diwarnai Penghargaan dan Bantuan Sosial

    Wonosobo (Humas) — Rangkaian Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan dan bantuan sosial sebagai wujud apresiasi kinerja sekaligus kepedulian terhadap pelayanan umat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Pada kesempatan tersebut, KUA Kecamatan Kepil menerima Penghargaan KUA Percepatan Tanah Wakaf Terbaik Tahun 2025 atas komitmen dan konsistensinya dalam mempercepat proses legalisasi tanah wakaf di wilayahnya. Sementara itu, KUA Kecamatan Selomerto dianugerahi Penghargaan KUA Terinovatif Tahun 2025, berkat berbagai terobosan layanan keagamaan yang adaptif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Selain penghargaan kepada satuan kerja, apresiasi juga diberikan kepada Penyuluh Agama Islam Teladan Tahun 2025, sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis penyuluh dalam membina umat, menanamkan nilai moderasi beragama, serta menjadi jembatan antara negara dan masyarakat di akar rumput.

    Dalam rangkaian yang sama, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo turut menyalurkan berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan, meliputi bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan bagi guru honorer, bantuan bagi siswa kurang mampu jenjang MI, MTs, dan MA, serta bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo.

    Penyerahan penghargaan dan bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo untuk menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi bersama Baznas Kabupaten Wonosobo diharapkan terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta penguatan peran lembaga keagamaan di tengah masyarakat.

    Momentum HAB ke-80 ini pun menjadi penegas bahwa pengabdian Kementerian Agama senantiasa diarahkan untuk memberi dampak nyata—mengapresiasi kinerja terbaik, menumbuhkan inovasi, dan menghadirkan keberpihakan bagi mereka yang membutuhkan.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Delapan Dekade Mengabdi, Kemenag Wonosobo Peringati HAB ke-80 dengan Semangat Kerukunan

    Delapan Dekade Mengabdi, Kemenag Wonosobo Peringati HAB ke-80 dengan Semangat Kerukunan

    Wonosobo (Humas) — Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dipenuhi semangat pengabdian pada Sabtu (3/1/2026), saat ratusan insan Kementerian Agama mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dan tertib, menjadi penanda delapan dekade perjalanan Kemenag dalam merawat kehidupan keagamaan yang rukun dan membumi di tengah masyarakat.

    Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pejabat Kankemenag Kabupaten Wonosobo, ASN dan Non ASN, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Wonosobo, para Kepala KUA kecamatan beserta seluruh staf, pengawas madrasah dan pengawas PAI, guru Pendidikan Agama Islam, Katolik, dan Buddha NIP Kemenag, serta para penyuluh agama Islam, Katolik, Hindu, dan Buddha PNS maupun PPPK se-Kabupaten Wonosobo. Keberagaman peserta menjadi potret nyata harmoni yang terus dirawat Kementerian Agama.

    Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan bahwa tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” bukan sekadar slogan, melainkan energi kebangsaan yang harus dihidupkan dalam kerja nyata. “Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” demikian kutipan sambutan Menteri Agama.

    Lebih lanjut disampaikan, Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan, dengan peran yang kian strategis di tengah dinamika zaman. Melalui semangat Kemenag Berdampak, setiap kebijakan dan layanan diarahkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bukan semata urusan administratif. Menteri Agama juga mengajak seluruh ASN Kemenag untuk terus adaptif, responsif, dan berintegritas dalam melayani masyarakat, seraya memastikan nilai-nilai keagamaan tetap menjadi cahaya penuntun di era transformasi digital dan kecerdasan buatan

    Dalam merespons tantangan zaman, Menteri Agama juga menyinggung perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan perubahan global yang berlangsung cepat dan kompleks. ASN Kementerian Agama diharapkan adaptif, lincah, dan responsif, serta mampu mengisi ruang teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan. AI, ditegaskan, harus dikawal agar menjadi alat pemersatu yang berlandaskan nilai ketuhanan dan kemanusiaan, bukan sebaliknya.

    Dalam rangkaian upacara tersebut, turut dilaksanakan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya untuk masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Selain itu, diserahkan pula sejumlah penghargaan dan bantuan, antara lain kepada KUA berprestasi, penyuluh agama teladan, serta bantuan sosial dan pemberdayaan umat. Seluruh rangkaian penghargaan dan penyerahan bantuan ini menjadi simbol apresiasi dan kepedulian Kementerian Agama terhadap dedikasi aparatur serta kebutuhan masyarakat, yang akan diulas secara khusus dalam pemberitaan tersendiri.

    Peringatan HAB ke-80 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan tekad bersama, bahwa Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo akan terus melangkah dengan semangat pengabdian yang berdampak—merawat kerukunan, menumbuhkan sinergi, dan menghadirkan agama sebagai sumber solusi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    #hab80kemenag #kemenagberdampak #umatrukunsinergi #kemenagri #kemenagjateng #kemenagwonosobo

  • Memuliakan Guru, Menguatkan Madrasah: Bantuan HAB untuk Guru Non-PNS dan Siswa

    Memuliakan Guru, Menguatkan Madrasah: Bantuan HAB untuk Guru Non-PNS dan Siswa

    Momentum Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi ruang kepedulian yang nyata bagi guru non-PNS dan siswa madrasah di Kabupaten Wonosobo. Melalui penyaluran bantuan sosial, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus hadir, menyapa, dan menguatkan mereka yang berada di garis depan pendidikan keagamaan.

    Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian peringatan HAB, sebagai wujud ikhtiar Kementerian Agama dalam mensejahterakan guru, khususnya guru non-PNS yang selama ini berjuang dengan keterbatasan, namun tetap setia mendidik dan membimbing peserta didik madrasah. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada siswa madrasah sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan dan kesejahteraan generasi penerus.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menyampaikan bahwa guru, baik PNS maupun non-PNS, memiliki peran yang sama mulianya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, kesejahteraan guru menjadi prinsip yang terus diupayakan oleh Kementerian Agama. Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar dukungan material, tetapi juga bentuk penghargaan moral atas dedikasi dan ketulusan para guru dalam mengabdi.

    “Guru non-PNS adalah penjaga ruh pendidikan madrasah. Ketekunan dan keikhlasan mereka harus mendapatkan perhatian dan keberpihakan. Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan bermartabat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, bantuan bagi siswa madrasah merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. Madrasah, sebagai ruang tumbuh generasi berkarakter dan berakhlak, harus didukung secara berkelanjutan agar mampu melahirkan insan yang unggul dan berdaya saing.

    Peringatan HAB Kementerian Agama ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat akan tugas besar pelayanan umat. Melalui kepedulian terhadap guru non-PNS dan siswa madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo meneguhkan langkahnya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak, adil, dan menyejahterakan, demi terwujudnya pendidikan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Puluhan Guru Terima Satya Lencana, Kemenag Wonosobo Teguhkan Komitmen Mensejahterakan Pendidik

    Puluhan Guru Terima Satya Lencana, Kemenag Wonosobo Teguhkan Komitmen Mensejahterakan Pendidik

    Wonosobo (Humas) – Puluhan guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Karya Satya atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah mereka tunjukkan. Penganugerahan tersebut menjadi salah satu rangkaian bermakna dalam Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar melalui upacara resmi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/1/2026).

    Pemberian Satya Lencana Karya Satya ini tidak sekadar menjadi penanda lamanya masa pengabdian, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam menghargai kerja sunyi para guru. Guru dipandang sebagai penjaga nilai, penanam akhlak, sekaligus penggerak peradaban melalui pendidikan keagamaan. Karena itu, penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas ketekunan, loyalitas, dan kesetiaan mereka dalam mendidik generasi bangsa.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dalam amanatnya menegaskan bahwa guru merupakan panutan sekaligus fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa kesejahteraan guru menjadi prinsip yang terus diupayakan Kementerian Agama, seiring dengan tuntutan peningkatan mutu pendidikan madrasah dan lembaga keagamaan. “Guru adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Keteladanan, kesabaran, dan pengabdian mereka harus mendapat perhatian, perlindungan, dan kesejahteraan yang layak,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penghargaan Satya Lencana Karya Satya menjadi motivasi moral agar para guru tetap teguh dalam mengabdi, sekaligus pengingat bagi institusi untuk terus memperjuangkan hak-hak guru secara berkeadilan. Menurutnya, kesejahteraan guru bukan semata soal materi, tetapi juga penghormatan, kepastian, dan dukungan berkelanjutan agar mereka dapat menjalankan tugas dengan tenang dan bermartabat.

    Momentum HAB ke-80 Kementerian Agama ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian sekaligus penguat komitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada guru. Dengan semangat pengabdian yang diwariskan para penerima Satya Lencana Karya Satya, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo bertekad melangkah lebih mantap dalam membangun pendidikan keagamaan yang unggul, berkarakter, dan menyejahterakan para pendidiknya.

Translate »
Skip to content