Wonosobo (Humas) — Suasana di Ruang Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tampak ramai pada Kamis (13/11/2025). Sejak pagi, ratusan calon jemaah haji datang silih berganti untuk mengikuti proses perekaman biovisa, sebuah langkah kecil namun bermakna menuju perjalanan agung ke Tanah Suci.
Meski kewenangan kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, semangat pengabdian Kementerian Agama tak berhenti di batas regulasi. Melalui jajaran Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag Wonosobo tetap hadir membantu dan memfasilitasi proses perekaman bagi para calon jemaah haji tahun 2026, sebagai wujud tanggung jawab moral dalam pelayanan umat.
Kegiatan perekaman ini sudah berlangsung sejak Senin dan dijadwalkan hingga Jumat mendatang, diikuti oleh kurang lebih 700 jemaah calon haji tahun 2026. Mereka menjalani perekaman wajah dan sidik jari melalui aplikasi Saudi Visa Bio, dibimbing langsung oleh petugas Seksi PHU Kankemenag Wonosobo.

Para calon jemaah diharuskan membawa paspor aktif sebagai kelengkapan dokumen utama. Sebelum perekaman, jemaah terlebih dahulu melapor ke petugas untuk memastikan paspor masih aktif dan data sudah sesuai. Setelah dinyatakan lengkap, mereka menanti giliran dengan sabar — sebagian terlihat berbincang ringan, sebagian lagi menunduk lirih, seolah menyiapkan hati untuk panggilan suci yang kian dekat.
Menurut Sakdiyah, staf Penyelenggara Haji dan Umrah, perekaman biovisa menjadi bagian penting dari persiapan keberangkatan jemaah.
“Perekaman ini akan mempercepat proses imigrasi di bandara Jeddah dan Madinah. Selain itu, ini juga merupakan syarat resmi untuk masuk ke Arab Saudi,” tuturnya.
Staf PHU lainnya, Eni Mariana, mengatakan pelaksanaan perekaman secara terpusat di Kantor Kemenag membantu mempermudah para calon jemaah dan merupakan bagian dari pelayanan terhadap masyarakat.
“Tidak semua jemaah punya perangkat atau paham cara menggunakan aplikasi Saudi Visa Bio. Jadi kami fasilitasi di sini supaya semuanya bisa berjalan lancar dan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya dengan ramah.
Ia menambahkan, pelayanan di PLHUT bukan sekadar membantu proses administrasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan semangat menuju perjalanan spiritual yang dinanti.
Kemenag Wonosobo berharap, dengan selesainya tahap perekaman biovisa ini, seluruh calon jemaah haji tahun 2026 dapat melangkah ke proses berikutnya dengan tenang dan siap menyambut panggilan ke Tanah Suci.











