1 Juni 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Berita

Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

oleh adminweb
Mei 4, 2026
Dalam Kategori Berita, Berita
Durasi Membaca: 3 Menit
A A
0
Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU
8
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

Wonosobo (Humas) – Di Dusun Cengklok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, pembangunan tidak hanya diukur dari terbukanya akses jalan. JALISU (Jalan Lingkar Sumbing) yang mulai membelah lanskap perbukitan membawa harapan baru bagi konektivitas dan potensi wisata. Namun di saat yang sama, ia juga menyisakan satu pertanyaan mendasar, bagaimana memastikan pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam yang menopangnya?

Pertanyaan itu dijawab dengan cara yang sederhana namun terarah oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Wonosobo melalui kegiatan Tegak Karya Manunggal (TKM). Bersama Pramuka Penegak Gudep 121/122 Wirosobo–Nyai Ageng Sobo, madrasah ini menanamkan makna kepedulian lingkungan lewat aksi nyata, penyerahan dan penanaman 100 bibit pohon keras dengan tinggi rata-rata minimal dua meter di area sekitar jalur JALISU.

Langkah ini bukan sekadar simbolik. Di kawasan yang tengah bertransformasi akibat pembangunan jalan, vegetasi menjadi elemen yang kerap terpinggirkan. Padahal, di wilayah lereng seperti Sumbing, keberadaan pohon bukan hanya soal estetika, melainkan penyangga ekosistem, menahan erosi, menjaga cadangan air, sekaligus memastikan lanskap tetap layak dihuni dan dikunjungi.

Di titik inilah konsep ekoteologi menemukan bentuknya. Bukan lagi wacana di ruang kelas, tetapi praktik yang membumi. Alam tidak diposisikan sebagai objek yang dieksploitasi, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga. Penanaman pohon menjadi cara sederhana untuk menerjemahkan nilai tersebut ke dalam tindakan nyata.

Berbeda dengan kegiatan penghijauan yang kerap berhenti pada seremoni, keterlibatan siswa dalam TKM menghadirkan dimensi lain. Mereka tidak sekadar menanam, tetapi memahami konteksnya, bahwa setiap bibit yang ditanam berada di ruang yang sedang berubah. Ada pembangunan yang berjalan, dan di saat yang sama, ada tanggung jawab untuk merawat keseimbangan.

Menurut Ngadiyana, Kagudep MAN 1 Wonosobo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas sekaligus gerakan nyata yang sedang dibangun madrasah.

“Kami tidak ingin penghijauan ini berhenti di satu kegiatan. Saat ini MAN 1 Wonosobo sedang menggerakkan program penghijauan yang lebih besar, bekerja sama dengan perusahaan di Jakarta melalui dana CSR untuk pengadaan ribuan bibit pohon yang sasarannya dari Dieng sampai dengan Cilacap. Apa yang kami lakukan hari ini, 100 bibit pohon keras adalah langkah awal. Dari langkah kecil ini, kami ingin memastikan ada keberlanjutan,” ujarnya.

Pernyataan ini memperlihatkan arah yang lebih jelas, bahwa kegiatan hari ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari desain yang lebih panjang. Pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai, tetapi juga tentang konsistensi tindakan.

Di tengah geliat pembangunan JALISU sebagai penopang ekonomi baru, langkah seperti ini menghadirkan keseimbangan narasi. Bahwa pertumbuhan tidak harus mengorbankan lingkungan. Justru, keberhasilan pembangunan akan ditentukan oleh sejauh mana ia mampu berdampingan dengan alam.

Bagi masyarakat Cengklok, dampaknya mungkin belum terasa dalam waktu dekat. Pohon tidak tumbuh dalam semalam. Namun di balik itu, ada proses yang sedang dimulai, sebuah upaya menjaga agar perubahan yang datang tidak menggerus apa yang sudah ada.

Seratus bibit pohon mungkin tampak kecil di tengah bentang alam Sumbing. Tetapi dari situlah arah dibangun, bahwa menjaga lingkungan bukan dimulai dari skala besar, melainkan dari kesadaran yang konsisten.

Dan di jalur yang baru dibuka itu, bukan hanya jalan yang sedang dibangun, tetapi juga cara pandang.

Ps-ws

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

Menjahit Harapan dari Harga Lima Ribu: Cara MAN 1 Wonosobo Menyentuh Titik Rawan Ekonomi di Dusun Cengklok

Artikel Selanjutnya

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Artikel Terkait

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu
Berita

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu

oleh adminweb
11 Mei 2026
0

Wonosobo (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menghadiri acara pelepasan murid kelas XII MAN 2 Wonosobo angkatan...

SelanjutnyaDetails
Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

07 Mei 2026
Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

07 Mei 2026
Menjahit Harapan dari Harga Lima Ribu: Cara MAN 1 Wonosobo Menyentuh Titik Rawan Ekonomi di Dusun Cengklok

Menjahit Harapan dari Harga Lima Ribu: Cara MAN 1 Wonosobo Menyentuh Titik Rawan Ekonomi di Dusun Cengklok

04 Mei 2026
Penyerahan SK Purna Tugas, Apresiasi atas Jejak Pengabdian ASN Kemenag Wonosobo

Penyerahan SK Purna Tugas, Apresiasi atas Jejak Pengabdian ASN Kemenag Wonosobo

08 Mei 2026
Wonosobo Perkuat Kompetensi Guru Agama Katolik, Dorong Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

Wonosobo Perkuat Kompetensi Guru Agama Katolik, Dorong Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

29 Apr 2026
Artikel Selanjutnya
Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu

Kategori

  • Berita
  • Berita
  • Informasi Publik
  • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Profil
  • SUBBAG TU
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
  • Zona Integritas
Arsip

  • Mei 2026 (5)
  • April 2026 (7)
  • Maret 2026 (5)
  • Februari 2026 (5)
  • Januari 2026 (28)
  • Desember 2025 (24)
  • November 2025 (27)
  • Oktober 2025 (5)
  • Juli 2025 (1)
  • April 2025 (1)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset