8 Juni 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

    SEJARAH KEMENTERIAN AGAMA

  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Berita

Menjahit Harapan dari Harga Lima Ribu: Cara MAN 1 Wonosobo Menyentuh Titik Rawan Ekonomi di Dusun Cengklok

oleh adminweb
Mei 4, 2026
Dalam Kategori Berita, Berita
Durasi Membaca: 3 Menit
A A
0
Menjahit Harapan dari Harga Lima Ribu: Cara MAN 1 Wonosobo Menyentuh Titik Rawan Ekonomi di Dusun Cengklok
11
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

Wonosobo (Humas) — Dusun Cengklok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, bukan sekadar titik di peta. Ia adalah potret kecil ketimpangan, wilayah dengan daya dukung ekonomi terbatas, di tengah ikhtiar pengembangan potensi seperti JALISU (Jalan Lingkar Sumbing), sebuah inisiatif berbasis lanskap dan daya tarik alam yang mulai membuka peluang baru bagi masyarakat.

Proses itu berjalan. Harapan mulai tumbuh. Namun, kebutuhan dasar sebagian warga tetap menuntut perhatian yang tak bisa ditunda.

Di ruang inilah kehadiran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Wonosobo melalui kegiatan Tegak Karya Manunggal (TKM) menemukan relevansinya. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Kamis (30 April) hingga Sabtu (2 Mei 2026), ini diikuti oleh Pramuka Penegak dari Gudep 121/122 Wirosobo–Nyai Ageng Sobo. Lebih dari sekadar agenda kepramukaan, kegiatan ini menjelma sebagai bentuk keterlibatan nyata generasi muda dalam denyut kehidupan masyarakat.

Sorotan paling kasat mata tampak pada bazar baju layak pakai. Tidak ada label harga tinggi, bahkan, batas maksimal hanya Rp5.000. Dalam logika konsumsi modern, angka ini nyaris tak berarti. Namun di Cengklok, ia menjelma menjadi akses.

Warga tidak sekadar menerima, tetapi tetap membeli. Sebuah pendekatan yang menjaga martabat di tengah keterbatasan.

“Di titik ini, kegiatan sosial tidak lagi sekadar memberi, tetapi memanusiakan,” tandas Muzamil, selaku Pembina Pramuka.

Program pembagian sembako menyusul dengan pendekatan yang lebih terukur. Bantuan tidak dibagikan secara merata, melainkan diupayakan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Hal ini penting, mengingat ketidaktepatan distribusi kerap memicu persoalan sosial di tingkat akar rumput.

Namun, TKM tidak berhenti pada distribusi bantuan. Perlombaan warga yang digelar justru menyentuh sisi yang kerap terabaikan yaitu membangun kedekatan yang setara. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlibat dalam ruang yang sama, bukan sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai bagian dari peristiwa bersama.

Tawa yang pecah di sela kegiatan bukan sekadar hiburan, tetapi penanda bahwa relasi mulai terbangun, bukan sekadar interaksi sesaat yang berakhir setelah bantuan dibagikan.

Kepala MAN 1 Wonosobo, Sunaryo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga edukatif.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Dari sini mereka belajar empati, memahami kondisi nyata, dan melihat langsung bagaimana kehidupan berjalan di luar lingkungan mereka,” ujarnya.

Di titik ini, TKM memperlihatkan wajah lain dari pendidikan: bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang perjumpaan antara apa yang dipelajari dan apa yang benar-benar terjadi.

Lebih jauh, kehadiran MAN 1 Wonosobo di Cengklok dapat dibaca sebagai bagian dari dukungan sosial terhadap penguatan ekonomi masyarakat, termasuk dalam konteks pengembangan potensi wisata seperti JALISU. Meski tidak menyentuh aspek infrastruktur, kegiatan ini ikut menghidupkan ruang sosial desa, menciptakan interaksi, memperkuat kohesi, dan menghadirkan dinamika yang menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya sebuah kawasan.

Di Cengklok, bantuan memang hadir dalam bentuk nyata. Namun, yang perlahan bekerja justru sesuatu yang tak selalu terlihat: relasi.

Dari interaksi yang terbangun, dari jarak yang mulai menyempit antara siswa dan warga, muncul kedekatan yang kerap terlewat dalam banyak program serupa.

Perubahan besar mungkin belum tampak hari ini. Namun di ruang-ruang sederhana seperti inilah proses itu mulai menemukan bentuknya, pelan, tetapi nyata.

Ps-ws

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

Penyerahan SK Purna Tugas, Apresiasi atas Jejak Pengabdian ASN Kemenag Wonosobo

Artikel Selanjutnya

Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

Artikel Terkait

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu
Berita

Pesan Kakankemenag kepada Alumni MAN 2 Wonosobo: Jangan “Kesusu” Memutuskan Sesuatu

oleh adminweb
11 Mei 2026
0

Wonosobo (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menghadiri acara pelepasan murid kelas XII MAN 2 Wonosobo angkatan...

SelanjutnyaDetails
Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

07 Mei 2026
Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

07 Mei 2026
Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

04 Mei 2026
Penyerahan SK Purna Tugas, Apresiasi atas Jejak Pengabdian ASN Kemenag Wonosobo

Penyerahan SK Purna Tugas, Apresiasi atas Jejak Pengabdian ASN Kemenag Wonosobo

08 Mei 2026
Wonosobo Perkuat Kompetensi Guru Agama Katolik, Dorong Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

Wonosobo Perkuat Kompetensi Guru Agama Katolik, Dorong Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

29 Apr 2026
Artikel Selanjutnya
Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

Perbukitan Dibuka, 100 Pohon Ditanam: Implementasi Ekoteologi di JALISU

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Sosialisasi Perpanjangan IJOP: Menata Legalitas Madin, Menguatkan Akar Pendidikan Keagamaan di Wonosobo

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Dari Administrasi Menuju Generasi Qurani, Kemenag Wonosobo Gelar Sosialisasi Ijop LPQ

Kategori

  • Berita
  • Berita
  • Informasi Publik
  • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Profil
  • SUBBAG TU
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
  • Zona Integritas
Arsip

  • Mei 2026 (5)
  • April 2026 (7)
  • Maret 2026 (5)
  • Februari 2026 (5)
  • Januari 2026 (28)
  • Desember 2025 (24)
  • November 2025 (27)
  • Oktober 2025 (5)
  • Juli 2025 (1)
  • April 2025 (1)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Membantu Kementerian Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset