Wonosobo (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menghadiri acara pelepasan murid kelas XII MAN 2 Wonosobo angkatan ke-58 yang berlangsung di GOR Al-Muntaha MAN 2 Wonosobo, Sabtu (9/5/2026). Dalam momentum istimewa tersebut, beliau memberikan pesan mendalam kepada para alumni agar bijak dalam menentukan langkah serta prioritas hidup setelah menyelesaikan jenjang Madrasah Aliyah (MA).
Kakankemenag mengingatkan para alumni agar tidak “kesusu” dalam memutuskan sesuatu setelah purna studi. Panut menekankan pentingnya filosofi “jangan kesusu” bagi alumni MAN 2 Wonosobo dalam merancang peta jalan kehidupan mereka. Menurutnya, masa pasca kelulusan madrasah aliyah merupakan fase emas yang sangat penting untuk mengeksplorasi potensi diri.
Ia mencontohkan agar para alumni tidak terburu-buru memutuskan untuk menikah di usia muda. Beliau mengingatkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni, para lulusan MAN 2 Wonosobo diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas serta menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya guna.
“Masa muda adalah waktu emas untuk mengeksplorasi potensi dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Jadi, untuk anak-anakku alumni MAN 2 Wonosobo, pesan saya adalah jangan kesusu nikah. Fokuslah belajar dan raih cita-cita kalian terlebih dahulu,” tegas Panut di hadapan ratusan siswa, jajaran guru, serta orang tua wali murid yang hadir.
Menurutnya, dinamika global dan pesatnya perkembangan teknologi saat ini menghadirkan tantangan zaman yang jauh lebih kompleks bagi generasi muda. Oleh karena itu, bekal pendidikan dasar dan karakter dari madrasah harus terus dikembangkan, baik melalui jenjang pendidikan tinggi maupun penguasaan keterampilan baru, agar alumni tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
Dalam arahannya, Panut juga menyampaikan bahwa kesiapan mental, intelektual, dan kematangan emosional yang diperoleh dari proses belajar merupakan kunci utama dalam membangun kehidupan yang stabil di masa depan. Beliau meyakini bahwa menunda usia pernikahan demi mematangkan kapasitas diri dan ilmu pengetahuan merupakan langkah bijak untuk membangun keluarga yang tangguh kelak.
Rangkaian acara pelepasan angkatan ke-58 diikuti oleh 523 siswa kelas XII dan diakhiri dengan prosesi pengalungan samir, penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi, serta doa bersama. “Teruslah belajar untuk menjawab tantangan zaman, jadilah kebanggaan madrasah, dan buktikan bahwa lulusan MAN 2 Wonosobo siap menjadi pemimpin masa depan yang cerdas serta berakhlakul karimah,” tutupnya memberi motivasi.
Kontributor: MAN 2 Wonosobo | edt








