Wonosobo (Humas) — Tidak semua perpisahan diwarnai kesedihan. Sebagian hadir dengan rasa hormat yang mendalam dan kenangan pengabdian yang panjang. Itulah yang terasa pada apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Selasa (31/3/2026), ketika satu nama dilepas dalam balutan penghargaan atas dedikasi yang telah ditunaikan.
Dalam momen tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, secara langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) purna tugas kepada Achmad Zuhri, pengadministrasi perkantoran pada KUA Kecamatan Watumalang. Prosesi berlangsung khidmat, menjadi penanda berakhirnya masa dinas sekaligus awal dari babak kehidupan yang baru.
Di hadapan seluruh peserta apel, Panut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus atas pengabdian yang telah ditorehkan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan. Apa yang telah dilakukan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kepada masyarakat. Semoga segala amal baik menjadi nilai ibadah dan membawa keberkahan. Dan semoga bisa menjadi pensiunan yang husnul khatimah,” ungkapnya.
Ia juga berharap, meskipun telah memasuki masa purna tugas, silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga, dan semangat pengabdian dapat terus hidup dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat.
Sementara itu, Achmad Zuhri dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang telah dilalui selama masa dinas. Dengan penuh kerendahan hati, ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Mohon maaf apabila dalam perjalanan pengabdian masih banyak kekurangan dan kekhilafan,” tuturnya singkat namun penuh makna.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian memiliki waktunya, dan setiap akhir adalah awal dari perjalanan baru. Dengan suasana yang sarat haru, seluruh peserta apel turut memberikan penghormatan, mengiringi langkah purna tugas dengan doa dan harapan terbaik.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas perjalanan panjang seorang abdi negara, yang telah menorehkan jejak pengabdian, dan kini menutupnya dengan penuh kehormatan.








