Wonosobo (Humas) — Semangat Ramadan yang baru saja berlalu masih terasa hangat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo. Dalam satu rangkaian kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026), Kemenag Wonosobo memberikan penghargaan kepada para penyuluh agama Islam yang telah berkontribusi aktif dalam program Mimbar Ramadan 1447 H/2026 M—sebuah gerakan dakwah digital yang menjangkau hati masyarakat melalui layar.
Program Mimbar Ramadan merupakan inisiatif Kemenag Wonosobo yang dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadan, sebagai media dakwah kreatif yang menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui platform digital. Kegiatan ini diikuti oleh 30 penyuluh agama Islam yang berasal dari 15 Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Wonosobo, menghadirkan beragam konten keagamaan yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selama satu bulan penuh, para penyuluh berperan aktif menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan pendekatan yang segar dan komunikatif. Dari sekian banyak karya yang dihasilkan, dipilih penyuluh terbaik 1, 2, dan 3 berdasarkan kualitas konten video yang meliputi kesesuaian tema yang telah ditetapkan, penguasaan materi, kemampuan public speaking, serta kualitas audio visual.
Tak hanya itu, penghargaan Best Famous Penyuluh Agama Islam juga diberikan kepada penyuluh dengan tingkat respons masyarakat tertinggi. Indikatornya meliputi jumlah penonton (viewer), tanda suka (like), serta interaksi berupa komentar pada konten yang diunggah melalui media sosial resmi Kemenag Wonosobo—menjadi bukti bahwa dakwah yang disampaikan mampu diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Sebagai bentuk penghargaan yang inklusif, seluruh penyuluh agama Islam yang terlibat juga menerima apresiasi sebagai kontributor program Mimbar Ramadan 1447 H/2026 M. Sertifikat penghargaan diserahkan sebagai wujud terima kasih atas dedikasi, partisipasi aktif, serta kontribusi nyata dalam memberikan layanan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat selama bulan suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Panut, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu bukti bahwa penyuluh agama mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi dakwah itu sendiri.
“Apa yang telah ditunjukkan para penyuluh melalui Mimbar Ramadan ini bukan sekadar karya, tetapi wujud nyata pengabdian. Di tengah perkembangan zaman, dakwah harus mampu hadir dengan cara yang lebih adaptif, menyentuh, dan relevan. Saya berharap semangat ini terus dijaga, bahkan ditingkatkan, sebagai bagian dari upaya kita memberikan pencerahan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata tentang siapa yang terbaik, tetapi sebagai bentuk motivasi bersama agar seluruh penyuluh terus berkembang dan berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Momen pemberian apresiasi ini menjadi penutup yang manis dalam rangkaian kegiatan, sekaligus pengingat bahwa setiap upaya kebaikan, sekecil apa pun, layak untuk dihargai. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas yang terus tumbuh, diharapkan para penyuluh agama Islam di Kabupaten Wonosobo dapat semakin berperan aktif dalam membimbing dan menginspirasi masyarakat di era yang terus bergerak dinamis.









